03 January 2017

Presiden Mesir Hadiri Misa Natal

Natal dengan segala kontroversinya di Indonesia sudah berlalu. Gebyar tahun baru juga sudah lewat. Gonjang-ganjang SARA untuk sementara rehat dulu, diganti kasus Ahok dan pilkada di Jakarta. Tunggu bulan Desember dan bisa dipastikan akan ribut lagi soal fatwa-fatwa itu.

Sambil nyeruput kopi tubruk di warkop simbok tua di kawasan Trawas, saya membaca berita lama di Guardian, Inggris. Tentang Natal di Mesir. Sebuah negara muslim yang mirip Indonesia. Mungkin muslimnya lebih pekat karena dekat Saudi. Beda dengan kita di nusantara yang dipengaruhi Sriwijaya, Majapahit, dsb yang bukan kerajaan Islam.

Wow... ketika kita di Indonesia masih ribut soal fatwa haram memakai atribut santa claus, sinterklas, haram mengucapkan selamat natal, apalagi ikut menghadiri perayaan natal, Presiden Mesir Abdel Fatah al-Sisi yang muslim sunni (sama dengan Indonesia) justru datang ke Gereja Koptik di Kairo saat misa malam Natal.

Didampingi Paus Tawadros II, pimpinan Gereja Koptik, Presiden Mesir menyampaikan pidato singkat dan selamat Natal kepada warga Mesir yang beragama kristiani. ''Sangat penting bagi seluruh dunia untuk menyaksikan kita di sini. Kita sama-sama orang Mesir,'' ujar presiden.

Saya tidak tahu apakah di Mesir juga ada fatwa tentang natal dan tahun baru. Saya juga tidak mengecek di internet apakah kunjungan Presiden Mesir saat misa (bukan perayaan di luar gereja) menimbulkan polemik tajam di kalangan masyarakat Mesir yang berbahasa Arab itu.

Tapi bagaimanapun kunjungan simbolis presiden Mesir itu sangat bermakna bagi umat nasrani yang jumlahnya 10 persen. Agak aneh kalau di Nusantara setiap menjelang Natal suasananya justru makin tidak kondusif.

1 comment:

  1. Simbolis tok tapi bochai. Sama dgn di indonesia Presiden selalu hadir di perayaan Natal bersama, tetapi diskriminasi yg dilakukan organisasi aliran keras thd gereja-gereja jalan terus. Malah dikawal polisi. Mesir lebih parah. Banyak kekerasan dilakukan oleh kelompok2 radikal partikelir. Dan lebih diabaikan oleh masyarakat sekitar dan pemerintahnya. Polisinya ga main, sama aja. Bochai. Maka itu Tadros, Boutros dll banyak yang pindah imigrasi ke Amrik.

    ReplyDelete