20 January 2017

PMKRI vs FPI buat apa?



Tidak banyak orang yang kenal PMKRI: Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia. Bahkan umat kristiani, yang bukan aktivis gereja, pun kurang tahu. Sebab PMKRI merupakan kelompok kategorial yang dominan bergerak di luar paroki. Beda dengan Legio Maria, OMK (dulu mudika), misdinar, Santa Ana, dsb.

Nah, belakangan ini nama PMKRI muncul di media massa gara-gara melaporkan Rizieq, ketua FPI, ke polisi. Angelo, ketua PMKRI asal Flores itu, tersinggung dengan ceramah Rizieq yang membahas kelahiran Yesus. "Bidannya siapa?" ujar Rizieq.

Sebetulnya Angelo dan anak-anak PMKRI tidak perlu tersinggung. Ucapan Rizieq itu mah sudah jamak kita dengar. Karena ajaran agama memang berbeda-beda. Rizieq menggunakan doktrin agamanya untuk menilai agama orang lain.

Mungkin Angelo yang kampung asalnya mayoritas Katolik belum pernah dengar ceramah-ceramah macam ini. Begitu juga anak-anak Flores lain yang aktif di PMKRI. Makanya, saya sempat bicara dengan Stanley ketua PMKRI Surabaya, yang juga asli Flores, untuk tidak ikut-ikutan ngurusin FPI dan Rizieq.

"Sudahlah, omongan Rizieq itu tidak usah digubris. Energi kalian habis kalau meladeni FPI. Lebih baik kalian fokus pada tiga benang merah PMKRI," ujar saya sedikit menggurui.

Jelek-jelek begini, saya juga mantan PMKRI sehingga paham tiga benang merah, pro ecclesia et patria, religium omniarium.. hingga himne PMKRI Bhayangkara Gereja dan Nusa. Bahkan mungkin saya yang (dulu) paling menguasai himne yang memang punya kesulitan tinggi itu.

Saya minta Stanley dkk di PMKRI Surabaya fokus pada agenda yang sudah dibuat. Termasuk menggairahkan kembali mahasiswa. Kaderisasi anggota yang makin sulit. Hingga gerakan mahasiswa pascareformasi yang makin kompleks. "Terlalu kecil kalau PMKRI ngurusin FPI," kataku.

Rupanya aksi PMKRI melaporkan Rizieq ke polisi menjadi inspirasi bagi orang atau kelompok lain untuk melakukan hal serupa. Kalau tidak salah sudah ada lima atau enam laporan. Termasuk laporan dari Sukmawati karena Rizieq dianggap menghina Pancasila.

Ada juga laporan dari hansip tua karena korpsnya dinistakan. Makin ramai aja! Lumayan, Rizieq dan anak buahnya jadi lebih sering datang ke kantor polisi. Waktu untuk unjuk rasa dan razia tempat-tempat yang dianggap maksiat tentu jadi berkurang.

Kembali ke PMKRI. Kemarin saya baca di internet, Angelo dkk mengadakan seminar di margasiswa PMKRI pusat di Menteng Jakarta. Ini bagus karena cocok dengan salah satu benang merah. Kajian-kajian sosial politik ekonomi budaya agama dsb jauh lebih produktif ketimbang debat kusir dengan FPI.

Apologi itu tidak ada gunanya.

4 comments:

  1. Rizieq bin Hadramaut ini memang seorang yang phaenomenal di Indonesia. Semua yang tidak sesuai dengan udelnya pasti dicaci-maki dan didemo, bahkan RI-1 pun dimaki guoblok didepan umum. Lha kok Mas Presiden meneng wae ?
    Saya tidak bisa membayangkan, kalau hal tersebut terjadi pada masa saya remaja di Surabaya, pastilah si-bara telah bonyok digebuki oleh KKO.
    Rizieq, demikian juga Ahok(sekarang sudah lulut & kuthuk, Alhamdulillah !) tahu dirilah, sama2 keturunan Vreemde Oosterlingen.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh tidak apa2 Vreemde Oosterlingen cak! Itu kan kasta2 buatan meneer2 Londo mambu keju. Pokoke timur asing, pribumi nonpri, indo atau siapa saja kudu hormat kobstitusi, norma sosial dan norma positif. Kalo cangkemnya kayak ember bocor ya mesti rusak tatanan. Unggah ungguhnya gak ada kayak manusia yg hidup sendiri di padang gurun yg puanasssss...

      Delete
  2. PMKRI oh PMKRI, si Baret merah jambu berjambul kuning, siapa yang tak kenal ?
    Tanggal 1 Oktober 1965 pukul 7.30 pagi kalian menggiring kita ke-Alun-alun. Kita disuruh teriak2: Ayo ganyang Untung, Ayo ganyang Untung !
    Untung iku sopo ? Kernet ne kakang-ku tha sing sampeyan maksud !

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untung iku arek gang buntu.. opone sing diganyang?? Malaysia??

      PMKRI jaman biyen pancen aktif jadi penggerak anti orde lawas bung karno. Dadi salah satu elemen KAMMI bersama HMI PMII dsb. Kebetulan mahasiswa jaman biyen pinter2.. banyak banya dan berani2.. nekat.

      Makanya eks PMKRI banyak yg dijadikan pejabat oleh rezim pak harto. Sekarang rada tenggelam.. Yang terkenal justru FPI hehe.

      Delete