01 January 2017

Malam Tahun Baru di Alun-Alun Sidoarjo



Pertunjukan musik dangdut masih jadi magnet bagi warga Sidoarjo untuk melelas 2016 dan menyambut 2017. Orkes Melayu (OM) Rollista menampilkan beberapa penyanyi muda aliran koplo yang menghibur. Kali ini para biduanita ini mengenakan kostum yang anggun, pakaian pesta, tidak seksi seperti image umum artis koplo.

Hujan yang sempat mengguyur Sidoarjo sempat membuat saya dan teman-teman ketar-ketir. Event besar ini bisa berantakan. Maklum, kamilah operator pesta kembang api dan malam tahun baru di Alun-Alun Sidoarjo. Belum lagi rasa tidak enak dengan beberapa sponsor setia yang buka stan malam itu.

Syukurlah, pukul 20.00 hujan berhenti. Udara terasa segar. Warga mulai memenuhi alun-alun di pusat kota delta itu. Anak-anak kecil, bahkan bayi pun diajak orang tuanya untuk menikmati panggung hiburan gratis itu. Cukup bayar parkir Rp 2000.

Sudah lama saya tidak menikmati kemeriahan malam tahun baru di Jawa. Biasanya saya cuti di kampung dengan perayaan tahun baru ala pedalaman NTT yang sangat jauh berbeda. Karena itu, saya kaget melihat ribuan manusia berjubel di alun-alun. Duduk lesehan di atas tikar plastik, mengunyah camilan, sembari menikmati musik dangdut koplo.

Sang MC, Kiki Puspitasari dari JTV, seperti biasa mengocok perut hadirin dengan guyonan yang sedikit nyerempet urusan kamar pasutri. Kiki juga terus mengingatkan warga untuk membeli koran Radar Sidoarjo dapat dua kupon undian motor Honda Beat. Cukup keluar duit Rp 5000, bisa bawa pulang Honda Beat keluaran terbaru. Dapat bonus obat flu pula dari sponsor.

Pukul 22.00 pusat kota Sidoarjo makin berjubel. Manusia-manusia berdatangan sambil membawa terompet dengan dandanan yang beda dari biasanya. Sementara itu, di Pendapa Delta Wibawa sudah bersiap para pejabat teras seperti bupati, kapolresta, kajari, dandim, ketua dewan dsb.

Makin mendekati 00.00, OM Rollista makin menggebrak dengan lagu-lagu yang lebih rancak. Sebagian penonton di depan panggung terlihat berjoget saat penyanyi muda membawakan Birunya Cintaku, lagu dangdut koplo paling top di Jatim saat ini.

Mendekati tanggal 1 Januari 2017, Bupati Saiful Ilah dan pejabat-pejabat-pejabat lain berjalan kaki dari pendapa ke panggung. Di belakangnya ada petugas yang membawa terompet kertas warna-warna-warni. Lalu Abah Ipul (sapaan bupati) berpidato singkat disusul Gus Wawan ketua dewan.

Warga sudah tak sabar lagi tiup terompet. Suasana begitu meriah. MC Kiki kemudian menghitung mundur dari 10 ke 0. Prettttt....!!!

Selamat tahun baru 2017! Selfie ramai-ramai dengan latar belakang kembang api. Kali pertama saya lihat di acara tahun baru.

Puas meniup terompet, tibalah kini agenda utama pesta kembang api. Cukup lama. Sekitar 40 menit ribuan masyarakat Sidoarjo menikmati aneka bentuk kembang api plus letupannya yang lumayan memekakkan telinga. Berkali-kali terdengar tepuk tangan panjang menyambut kembang api dengan bunyi dan bentuk yang menarik.

Di antara ribuan orang, yang paling beruntung adalah Prawito. Penduduk Desa Tebel Gedangan ini berhak membawa pulang motor Honda Beat. Pedagang kecil ini tak menyangka menang undian karena hanya memasukkan 4 kupon seharga Rp 10 ribu. Bandingkan dengan beberapa orang yang menebas hingga 100 sampai 300 kupon.

''Alhamdulillah, saya dapat rezeki dari Allah. Padahal saya sendiri cuma iseng aja beli empat koran Radar Sidoarjo,'' ujarnya semringah.

No comments:

Post a Comment