28 January 2017

Malam Sin Cia di Kelenteng Hong San Ko Tee

Suasana khusyuk terasa di Kelenteng Hong San Ko Tee, Jl Cokroaminoto Surabaya. Tepat pukul 00.00 ratusan orang Tionghoa melakukan doa bersama melepas tahun lama dan menyambut tahun baru.

Seorang bapak memimpin doa dalam bahasa Hokkian campur Mandarin plus Indonesia. Beberapa kali terdengar kata 'Indonesia''Indonesia'. Mungkin doa untuk kemakmuran bangsa Indonesia.

"Semoga Indonesia semakin makmur aman sentosa. Rakyatnya rukun," ujar Juliani Pudjiastuti pemimpin kelenteng.

Sembahyang Sin Cia di TITD Hong San Ko Tee tidak lama. Tidak pake khotbah. Pukul 00.15 sudah selesai. Kemudian umat bebas melanjutkan doa di dalam kelenteng, bersantai atau makan-makan. Ada nasi goreng, soto, tapi tidak ada makanan Tionghoa alias chinese food.

Saya seperti biasa memilih nasi goreng jawa. Wuenaak...

Oh ya.. ada juga pembagian angpao. Semua pasti dapat. Isinya? Tulisan Mandarin, mungkin puisi, dan uang 2.000 rupiah (bukan dolar). Juga bagi-bagi-bagi telor warna merah.

Selamat tahun baru!
Gongxi facai!

2 comments: