27 January 2017

Kenapa orang Tionghoa suka warna merah?



Oleh Wartawan Bok Tok, Malang, 1946 


Orang Tionghoa soeka sekali sama warna-warna jang terang atau menjolok mata dan Tiongkok kenal 5 pokok warna, jaitoe merah, koening, blaoe, poetih dan hitam.

MERAH ada sembojan dari Selatan. Merah ada warnanja matahari dan melambangkan kegembiraan dan kesenangan. Pakean penganten perempoean merah, randjangnja ditjat merah dan segala-galanja pake merah.

Sepasang tjawan anggoer dari mana kedoea penganten bersama-sama minoem poen dikasih libetan merah. Menoeroet dongengan Poeteri Remboelan telah mengikat sepasang merpati jang baroe menikah poenja kedoea kaki dengan benang merah.

Merah itoe ada sifatnja JANG, sifat lelaki, berani dan gagah serta djoega moerni.

Maka gambarnja Kwan Kong diloekiskan sebagai ksatria jang berdjenggot merah, moekanja poen merah, koedanja merah dan pakeannja poen merah. 

Segala pesta jang diselenggarakan oleh bangsa Tionghoa mesti pake merah-merah. Soerat-soerat hoe (djimat = azimat) poen kertasnja merah. Soerat oendangan pesta atas kertas merah.

Kaisar-kaisar Tionghoa dalam mendjalankan oepatjara sembahjangan besar poen memake badjoe kebesaran jang warnanja merah.

Kalau orang mengatakan hatinja merah itoe tandanja hatinja poetih bersih. Warna merah mendjadi pelambang kebadjikan, tetapi ada kalanja orang menampak di waktoe menggerip langit jang berwarna merah darah. Ini tandanja bakal ada bentjana peprangan haibat. 

POETIH ada warna berdoeka tjita. Orang-Orang-orang jang berkaboeng berpakean poetih dan sembojan dari Barat. 

Pernah kedjadian seorang Tionghoa jang baroe semboeh dari sakitnja telah dikirimi boeket lily poetih oleh sobatnja. Orang sakit itoe merasa tidak senang karena ia mengira sobatnja itoe doakan ia lekas mati. Kalau maoe kirim kembang pada bangsa Tionghoa haroes merah sumringah.

Tetapi tidak selamanja warna poetih berarti kedoekaan, sebab ini bisa diartikan djoega kebersihan, kasoetjian dan kemoernian, tetapi orang mesti hati-hati memakenja.

HITAM ada warna kedjahatan, angkara moerka dan iblis. Setan-setan diloekiskan machloek jang hitam dan hitam ini ada lambang Oetara. Kalau di langit tertampak awan-awan hitam tandanja bakal ada bandjir besar. 

Di Tiongkok kalau orang mengatakan si anoe hatinja hitam, tandanja orang itu djahat. Oemoemnja di Tiongkok segala matjam warna mesti terang (semringah). Dalam kunst Tiongkok, dalam apa sadja garis-garis besarnja koedoe tandes.

KOENING ada warna kebangsaan. Astananja kaisar Tiongkok di Peiping mempoenjai genteng-genteng jang warnanja koening.

Koening bisa mengusir setan katanja dan ada sembojan dari IM atau sifat perempuan.

Kalau orang menampak awan-awan koening tandanja bakal ada kemakmuran. Dalam oepatjara sembahjang boeat menunjoekkan kebaktian pada Thian (Allah) sebagai tanda terima kasih. Kaisar Tiongkok harus berpakean koening.

Koening djoega mendjadi sifatnja boemi dan pesta-pesta panen.

IDJO atau blaoe ada warnanja kaoem terpeladjar, literati. Kalau kaisar Tiongkok sembahjang kepada Langit, ia haroes memake pakean blaoe. Poen warna ini ada warna dari kaum berilmoe jang telah dapat gelaran dari salah satoe midrasa. Biroe ini djoega ada warna Timoer.

Warna hidjo ada timboel dari warna blaoe. Kata paribahasa Tionghoa kuno, "maka djoega moerid sering mengatasi goeroenja meskipoen asalnja dari sang goeroe."

No comments:

Post a Comment