29 January 2017

Kenapa orang Tionghoa melakukan pemujaan abu leluhur (hio hwee)

Oleh Wartawan Bok Tok Malang, 1946




Pada riboean tahoen jang lalu, sebelonnja ada hitungan Masehi, ja, pada sabelonnja bangsa Barat berpakean seperti sekarang dan mempoenjai gedoeng2 jang indah, bangsa Tionghoa soedah mengerti hal sopan santoen dan tjara bagaimana menghormat orang toea.

Malah penghormatan atau kebaktian itoe tidak meloeloe ditoendjoekkan pada masa si orang toea masih hidoep. Orang jang soedah poelang ke alam aloes dipandang masih hidoep rochnja dan rochnja orang mati ini jang mendjadi pemoedjaan bangsa Tionghoa.

Sangat boleh djadi pada zaman poerbakala di Tiongkok orang mati itoe dibakar dan aboenja disimpan baik2 dalam seboeh tempat jang dinamakan HIO LOW.... Dan pemoedjaan aboe leloehoer itoe dinamakan pemoedjaan HIO HWEE.

Sampe sekarang, meskipoen djinasat dikoeboer, orang masih pelihara hio low, dalam mana ada tersimpan aboe dari alat persembahjangan jang dibakar di koeboeran.

Hio low (tempat aboe leloehoer) itoe dapat tempat istimewa dalam roemah tangga koeno, ditaroeh atas medja jang dibikin tinggi kakinja, medja mana biasanja ditaroeh di roewangan pertengahan.

Medja ini sebenernja bersoesoen tiga: doea medja ketjilan sama tingginja (lebarnja 60 cm, pandjang 115 cm, dan kira2 90 cm tinggi), sementara bio low itoe ditaroeh atas medja besar di mana satoe standaard ketjil. Inilah diseboet SAM KAY (tiga soesoen) symbol dari doenia kasar, langit, dan doenia haloes tempatnja roch soetji.

Sesoeatoe hio low ada mempoenjai doea gagang jang mengoendjoek ke atas. Doea gagang ini ada sembojan "kematian" dan mengoendjoek ke atas maoe diartikan roch manoesia naik ke atas.

Di sebelah hio low biasanja orang pasang pelita jang mesti teroes-meneroes menjala. Doeloe orang pake minjak katjang dengan soemboenja dari lawee dan apinja pelita ini didjaga hati2 sebagai pelambang dari YANG (tjahja jang kekal abadi) ataoe pokok penghidoepan, sedang hio low dianggap sembojan dari IM (tidak kekal).

Dengan lain perkataan, dimaksoedkan hio low mengoendjoek segala apa di doenia tidak kekal. Jalah habisnja segala djenis mendjadi aboe. Tetapi di samping tidak ada kekekalan ada apa2 jang bersifat kekal, jalah api atau noer tjahja.

Maka tiap2 orang Tionghoa jang bersoedjoet hadapan hio low itoe agaknja diperingatkan bahwa manoesia poenja hidoep di alam doenia tiada kekal. Dan meskipoen raga soedah mendjadi aboe, tetapi rochnja masih tetap hidoep.

Tiap2 boelan Imlek orang Tionghoa bikin oepatjara sembahjang doe kali di hadapan hio low itoe, jaitoe tanggal 1 (tjee it) dan tanggal 15 (tjap gouw).

Sebagi sadjen di medja sembahjang tertampak bebrapa tjangkir ketjil isi air teh, boeah2an jang keloear pada moesim itoe, koewe2, manisan dan doea lampoe ketjil di kanan kiri hio low.

Djadi, sama pelita tadi ada tiga penerangan. Ketiga penerangan ini memperoempamakan Thian (langit), Tee (boemi), dan Djin (manoesia).

Moela2nja ada langit, kemoedian tertjipta boemi dan baroe belakangan manoesia.

Dalam kapertjajaan Hindoe ini disebut Trimoerti dan dalam kapertjajaan Kristen : Bapa, Poetra dan Roch Soetji.

Pada waktoe diadakan persembahjangan besar seperti pada perajaan Tjhing Bing, Tjio-ko, dan Sin Tjhia (tahoen baroe), tiga penerangan ini ditambah lagi dengan 2 lilin. Djadi sama sekali 5 penerangan atau ngo-sing dan ini 5 pokok ada 5 element (anasir) jang penting dan dioempamakan 5 bahan, misalnja :

Kiem : emas
Bok : kajoe
Soei : air
Hwee : api
Tow : tanah.

Lima pokok ini jang mendjadikan segala djenis di doenia.

Dalam pengetahuan modern kiem itu boleh dikatakan barang anorganisch, mineralen seperti besi, emas, perak, timah dsb.

BOK barang organisch jang berasal dari pepohonan. SOEI jaitoe midden stof atau barang tjair dan dengan tida ada barang tjair pasti segala machloek tida bisa hidoep karena semoea akan kering dan mati.

HWEE adalah energi atau tenaga, hawa anget, api dsb jang senantiasa memberi tenaga pada manoesia dll machloek akan mengerdjakan ini dan itoe.

Poesat dari tenaga ini adalah matahari. TOW jalah tanah atau asal dari segala apa. Semoea poelang ke tanah, dari jang paling haloes sampe paling kasar.

Badan manoesia ini mengandoeng 5 pokok anasir dan 75% dari barang tjair.

Djikalau orang mengerti semoe ini, sebenarnja tiap2 roemah tangga Tionghoa soedah meroepakan gredja atau klenteng ketjil, di mana orang Tionghoa dapat mendjalankan kepertjajannja dengan soenggoeh hati.

Barang2 sadjen jang disediakan pada tiap2 sembahjang itoe hanja sekedar peringetan pada jang mati poenja kasoekaan waktoe hidoepnja. Djadi tida boleh diartikan dengan tentoe2 makanan itoe nanti dimakan oleh roch2 jang sedang disembahjangi.

Tiap2 roch jang soedah tida mempoenjai poela badan kasar sebenarnja tida bisa makan atau itjipi itoe koewe2 dll makanan. Tetapi roch itoe moengkin merasai minat dari orang hidoep jang mendjadikan segala makanan itoe.

Orang Barat jang koerang loeas pemandangannja mengatakan pemoedjaan hio hwee itoe ada kapertjajaan tachajoel, sebenarnja meleset djaoeh sekali. Kalaoe orang ingat jang oepatjara sembahjang ini saben2 memperingatkan anak tjoetjoe boeat selaloe menaroeh endah pada orang toea ataoe leloehoernja jang soedah lama meninggal doenia.

Sajang, dengan menioepnja angin Barat jang santer, banjak kasopanan Tionghoa djadi toeroet terbang dan segala apa ditjap tachajoel dengan hampir tiada ada orang jang hendak tjapekan sedikit otaknja akan menjelidiki poesaka Tionghoa jang berharga mahal itoe.

4 comments:

  1. Dirumah orang tua saya ada meja sembahyangan yang ada hio-low, kamsia Bung Hurek, saya baru tahu itu namanya hio hwee. Saya ini anak mbeling, dulu kalau mama saya sudah bo-hwat atas kenakalan saya, selalu mama menyeret saya kedepan hio-hwee, dipaksa berlutut dan bersumpah dihadapan arwah ayah dan leluhur, agar tidak mengulangi perbuatan2 yang tidak baik. Kalau mama ingin mengirim anak2-nya sekolah keluar negeri, mama juga sembahyang didepan hio-hwee, berdoa agar anak2-nya dinegeri orang selalu selamat. Kalau saya bukan dikirim keluar negeri, tetapi diasingkan. Saya ini mungkin bisa masuk daftar MURI. Selama sekolah 13 tahun di Indonesia, mulai SR sampai lulus SMA, saya pindah2 sekolahan sampai 10 kali. 2x sekolahan tjina, 1x SR-Negeri hindu, 1x SR-Negeri islam,
    2x sekolahan kristen protestan dan 4x sekolahan katolik.

    ReplyDelete
  2. Haiya.. kita ada terkesan membaca Xiansheng punya pengalaman hidup yg warna warni. Itu tida banyak orang yg seperti itu. Pindah sekolah 10 kali itu ada interesan sangat en mungkin tida ada lagi di indonesia.

    Anak2 mbeling biasanya jadi orang heibat macam Xiansheng. Kamsia banyak krn Xiansheng sudah kasih informasi yg sangat memperkaya kita punya pemandangan hidup.. Saya ada mau belajar omong2 pake bahasa tempo doeloe tapi mesih kaku hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kang Hurek, heibat opo ne ? Riko ojo ngenyek, isun dadi isin.
      Ketika dibangku SMA kelas 1, kami harus mengikuti test IQ, hasilnya angka saya 107.
      Zaman sekarang ini menurut mbah Google, manusia dengan IQ 107 adalah boleh dibilang manusia hampir Idiot.
      Raport SMA kelas 1 saya, hanya dua matapelajaran yang ditulis pakai tinta biru, lainnya semuanya ditulis pakai tinta merah.
      Setelah lulus universitas saya menerima surat resmi dari komando militer, isinya disuruh menghadap dan membawa pakaian untuk selama 3 hari. Selama 3 hari kami para calon prajurit ditest kesehatan dan IQ di tangsi militer. Setelah test selesai, saya diperintahkan menghadap psycholog-militer berpangkat mayor. Katanya pak mayor, hasil angka test anda adalah salah satu yang tertinggi dari semua rekrut, hanya saja saya prihatin, mengapa anda menjawab pertanyaan yang satu ini dengan kata " Ya ", coba jelaskan.
      Pertanyaan itu sbb.: Apakah anda marah dan bahkan mau berkelahi, jika anda dihina oleh orang lain ?
      Saya jawab, pak mayor, saya kalau mau cekcok atau berkelahi, pasti memilih lawan.
      Hanya seorang yang status sosial dan pendidikannya sederajad dengan saya, barulah saya lawan. Kalau orang barbar dan tak berpendidikan, lebih baik saya ngacir ngalah.
      Kata si mayor; ya sudah anda boleh meninggalkan ruangan ini ! Jawohl Herr Mayor !

      Delete
    2. Heibat heibaaat... tjerita jang interesan dan bikin kita orang senjum2 sendiri. Orang tjerdas jang mistinja tidak boleh disia2ken di Nusantara.

      Aliea terachir itu sangat menarik. Hanja mau gelut dengan orang2 jang satu level. Itu tjotjok dengan rule of the game olahraga2 bela diri matjem tindju atawa gulat. Atlet2 tindju hanja diperboehkan adu djotos dengen lawan jang kelasnja sama. Satu lawan satu. Kelas njamuk tidak bisa gelut dengen kelas berat. Tyson djangan dipaksa tarung versus Elyas Pical.

      En tarungnja djuga harus satu lawan satu. Makanja kalau kita diserbu Risik dan laskar FPI, sebaiknja ngatjir adja. Lah... wong kelasnja beda dan dia orang main kerojokan hehe...

      Delete