15 January 2017

Kata ABSEN yang salah kaprah

''Sudah absen belum?''

''Kalau gak absen, uang makannya dipotong lho!''

''X gak pernah absen. Makanya uang makannya gak ada!''

Begitu kata-kata yang hampir tiap hari kita dengar di lingkungan buruh, karyawan, PNS, bahkan anggota parlemen di pusat dan daerah. Begitu masuk kantor harus memasukkan sidik jari ke kotak elektronik kecil itu.

''Wartawan-wartawan dulu tidak pernah mengisi buku daftar hadir dan sejenisnya. Yang penting kita bikin berita banyak dan bagus. Percuma Anda rajin ngisi daftar hadir kalau beritamu cuma satu atau dua dan jelek semua,'' kata wartawan senior Peter Rohi.

Era Peter Rohi yang berjaya pada 70an dan 80an sudah lama berlalu. Reporter-reporter sekarang tidak bisa bebas blusukan kayak jurnalis lawas. Bung Peter yang bikin banyak koran itu sering meninggalkan newsroom berminggu-minggu. ''Tapi beta selalu setor berita HL halaman depan. Beta tidak akan setor berita yang ecek-ecek,'' ujar bung asal Pulau Sabu NTT itu.

Berita ecek-ecek itu kayak apa? Bung Peter tertawa kecil lalu menunjuk beberapa berita di koran lokal. Seperti bupati meresmikan projek A, senam bersama ibu-ibu, komunitas anggrek, judi togel dsb. ''Siapa yang baca berita ecek-ecek? Itu yang bikin koran tidak laku.''

Lalu? ''Bikinlah berita-berita investigasi. Investigative reporting. Ungkap kasus-kasus besar yang merugikan rakyat kecil. Kongkalikong pejabat dan pengusaha. Indepth reporting... Kalau cuma ecek-ecek ya cukup baca media sosial atau online,'' ujar Peter Rohi dengan gaya meledak-ledak.

Eitt... sudah melantur jauh.

Saya sebetulnya hanya ingin membahas kata ABSEN yang sering salah kaprah. Termasuk di kalangan karyawan yang semuanya lulusan strata satu. Di KBBI (kamus besar bahasa Indonesia), seperti aslinya dalam English, ABSEN artinya tidak hadir. Mangkir.

Dulu di SD saya ingat tiga macam absen di kampung: SIA = sakit, izin, alpa. Sakit dan izin biasanya ada pemberitahuan kepada guru kelas. Alpa berarti tidak masuk tanpa menyampaikan alasan.

Lah.. kok ABSEN yang artinya tidak hadir jadi terbalik-balik di Indonesia? ABSEN dianggap sinonim dengan hadir. Dus, rajin absen artinya rajin mengisi daftar hadir elektronik atau buku tulis biasa. Hehe...

Namanya juga salah kaprah, kekeliruan mengartikan ABSEN ini sudah sangat meluas di masyarakat. Orang asing dipastikan bingung begitu mengetahui ABSEN ternyata sangat jauh maknanya dari bahasa Inggris.

Syukurlah, KBBI tidak ikut arus salah kaprah di masyarakat. KBBI mengartikan ABSEN dengan tidak masuk atau tidak hadir. ABSENSI ketidakhadiran. Sidang IN ABSENTIA sidang tanpa kehadiran terdakwa.

4 comments:

  1. Bahasa Indonesia adalah bahasa yang paling flexibel didunia. Tahu masalah dan kekeliruan, ya tinggal diperbaiki.
    Sudah dadir belum ?

    ReplyDelete
  2. Bung Hurek, kali ini saya tidak guyonan, tetapi bertanya secara serius.
    Besok hari Senin tanggal 16 Januari 2017 orang2 FPI mau demo lagi. Tiap Selasa mereka demo gara2 si Ahok. Hari Jumahat juga sering demo akhbar.
    Apakah orang2 itu tidak harus bekerja ???
    Ataukah mereka selalu Absen yang artinya selalu hadir.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe gak wani komen FPI. Mungkin unjuk rasa itu termasuk bagian dari pekerjaan orang/kelompok tertentu. Kalau orang sibuk kerja di pabrik atau sawah pasti tidak ada waktu untuk demo lah..

      Delete
    2. Lha iku. Pancen nek FPI kerjone dadi pengunjuk rasa bayaran.

      Delete