08 January 2017

Hafal kitab suci dapat beasiswa

Ada berita kecil, tapi sangat menarik, di koran kemarin. Lulusan SMA (sederajat) yang hafal kitab suci berpeluang dapat beasiswa. Tidak dijelaskan beasiswa ini untuk fakultas apa.

Universitas Airlangga rupanya ingin mengapresiasi anak-anak muda penghafal Alquran. Sebab kitab suci agama lain bisa dipastikan sulit dihafalkan. Khususnya Alkitab atau Bible yang selama ini hanya terjemahan bahasa Indonesia yang beredar.

Itu pun terjemahannya ada beberapa versi. Yang umum itu terjemahan baru (TB) 1974. Ada juga versi BIS alias bahasa Indonesia sehari-hari. Dulu ada terjemahan Katolik yang sudah tidak dipakai. Belum lagi terjemahan versi denominasi gereja tertentu yang berbeda dengan TB.

Kalau penghafal Alquran sih bisa dipastikan banyak sekali. Hampir semua santri adalah hafidz. Ada juga anak-anak SD yang hafal Quran.

Para penghafal kitab suci memang layak diapresiasi. Tapi apakah harus dengan memberikan beasiswa atau tiket masuk ke universitas? Fakultas apa? Kalau fakultas yang berkaitan dengan keislaman seperti IAIN dulu sih cocok. Tapi fakultas kedokteran? Hukum? Sospol?

Sebuah universitas, apalagi negeri yang favorit, mestinya mempertahankan standar akademik setinggi mungkin. Para calon mahasiswa mestinya lulusan SMA yang memiliki kemampuan tinggi untuk menangkap materi kuliah kelas tinggi. Dan itu tidak ada kaitan dengan kemampuan menghafal kitab suci di luar kepala.

Mestinya jatah beasiswa diberikan kepada anak-anak berotak cemerlang yang orang tuanya miskin. Atau para juara olimpiade fisika kimia matematika, penelitian ilmiah remaja dsb. Akan sangat ideal kalau sang juara fisika atau kimia itu juga hafal Alquran.

2 comments:

  1. Lagi-lagi Pikiran Polos yang logis dan benar.
    Lagi-lagi si penulis tidak sadar kenyataan, bahwa kebenaran di Ibu Pertiwi bak; jauh panggang dari api.
    Lagi-lagi si penulis tidak sadar, bahwa pembodohan memangnya disengaja oleh orang2 yang berpengaruh.
    Lagi-lagi si penulis tidak pernah kapok mengungkit kebenaran. Bravo, Bang Fidelius !
    Ojo nesu yo Mas. Iki cuma guyonan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe... iki guyonan wong kampung wae. Bagus juga kalo makin banyak wong nusantara hapal kitab suci lah... biar ada kompas hidup.

      Delete