16 January 2017

Gelandangan tidur pulas di emperan

Setiap malam pria 40an tahun ini tidur di emperan bekas showroom Nissan di Sidoarjo. Nyenyak banget. Pagi tadi saya coba bangunkan... gak mempan.

Semalam hujan deras. Cuaca jauh lebih sejuk dari biasanya. Ini membuat orang itu makin menikmati tidurnya. 'Saya suka blusukan ke mana-mana,' ujar lelaki yang tidak mau menyebutkan namanya itu.

Dia bilang bisa tidur di mana saja. Emperan bangunan kosong cukup banyak. Peseban alun-alun luas dan bersih. Bisa hi-wifi pula. Kadang tidur di masjid. 'Saya cuma cari ketenangan. Di rumah saya justru tidak bisa tidur,' katanya.

Kita yang 'normal' sering merasa aneh melihat Pak X yang menggelandang ini. Mengapa tidak tidur di rumah? Kalau tidak punya gubuk, di Sidoarjo ada liponsos untuk menampung para tunawisma, pengemis dsb?

Orang ini pernah dicokok satpol PP dan dimasukkan ke liponsos. Tapi dasar pengelana, dia kembali ke jalanan. Tidur malam di emperan bekas showroom yang belum laku itu.

Malam sebelumnya, saya menikmati malam di sebuah vila mewah di kawasan Pacet Mojokerto. Udara sejuk, bersih, dengan sawah-sawah hijau di sekelilingnya. Sayang, malam itu saya sangat sulit tidur. Bagun pagi, jalan kaki ke permandian air panas, rasanya badan gak enak blass...

Begitulah. Ternyata vila bagus, hotel berbintang yang mahal... tak menjamin lelapnya tidur.

Rekor tidur siang lelap saya yang panjang, pukul 13.00 sampai 19.00, justru terjadi di sebuah gubuk bambu sederhana di kawasan Jolotundo Trawas. Ah... namanya aja wong kampung!

No comments:

Post a Comment