27 January 2017

Asal usul petasan di Tiongkok



Sumber: Majalah Bok Tok, Malang, 1946

Tiap2 keramean Tionghoa seringkali disertakan dengan pembakaran mertjon atau petasan. Teroetama dalam penjamboetan tahoen baroe, orang Tionghoa paling rojal bakar petasan, katanja boeat mengoesir iblis2 djahat.

Dari mana asalnja kepertjajaan ini ada diterangkan dalam dongengan sebagi berikoet:

Pada zaman poerbakala di Tiongkok ada seorang jang tingginja loear biasa, jalah 10 kaki dan romannja sanget menakoeti orang. Orang kasih djoeloekan SAN SOO padanja dan siapa sadja jang pernah bertemoe padanja pasti orang itu akan mendjadi sakit.

Soepaja hindarkan diri dari bahaja penjakit, orang2 laloe membakar bamboe jang sebagimana pembatja poen mengatahoei, bamboe itoe meledak keras kalau kena api. Peledakan2 bamboe2 ini bikin San Soo djadi tida berani mendeketi orang2 biasa.

Lain tjerita menoetoerkan seorang desa di pegoenoengan telah diganggoe iblis, tetapi oentoeng tetangganja nama Lie Tan laloe membakar bamboe jang mengasih soeara letoesan heibat, sehingga iblis itoe maboer.

Pembakaran bamboe oentoek mengoesir setan ataoe pengaroeh djajat itoe diseboet PHOK TIOK.

Belakangan orang dapat akal boeat membikin PHAO, jalah obat pasang jang bisa meledak keras dan inilah djadi penggantinja pembakaran bamboe. Lambat laoen pembikinan mertjon atau petasan itoe djadi sampoerna dan sampe sekarang petasan itoe diboeat sjarat baik dan kebiasaan menjoeloet mertjon ini merata pada segala golongan bangsa di Indonesia.

No comments:

Post a Comment