15 December 2016

Tirakatan Jumat Kliwon dan Misa Bahasa Jawa di Paroki Juanda Sidoarjo

Oleh Dr Tri Budhi Sastrio
Tokoh Umat Paroki Santo Paulus, Juanda, Sidoarjo

Pernah ada masanya dulu di seluruh telatah Nusantara ada lebih dari 2000 bahasa daerah digunakan. Seiring dengan berlalunya waktu, saat ini hanya kurang lebih 700 bahasa daerah yang masih ada, hidup dan digunakan.

Jika jumlah bahasa daerah yang dijadikan tolok ukur, tampaknya tidak ada negara lain yang sehebat NKRI baik dalam hal keragaman maupun kedaruratannya. Tidak ada negara lain yang mempunyai bahasa daerah sampai 2000 bahasa daerah. Tetapi juga tidak ada negara lain yang kurang lebih 1300 bahasa lokalnya sirna dan punah begitu saja.

Bagaimana kondisi saat sekarang berkaitan dengan kondisi 'darurat bahasa daerah' ini? Ya masih terus berlangsung.

Kasus paling akhir menimpa sebuah bahasa daerah dari Papua yang penuturnya tersisa 3 orang saja. Mereka sudah tua dan hebatnya lagi mereka justru tidak lagi menetap di satu tempat. Jika ketiganya meninggal dunia, maka satu lagi bahasa daerah akan sirna untuk selama-lamanya.

Kondisi ini tentu sulit dicegah walau sebuah universitas terkenal di Inggris bekerja sama dengan universitas yang ada di Papua mencoba mencatat dan merekam kosa kata bahasa ini. Dengan dana yang memadai dan teknologi yang tersedia hal ini dapat dilakukan. Yang tidak mungkin dapat dilakukan adalah menambah jumlah populasi alami penutur bahasa daerah dari 3 menjadi 100 umpamanya.

Bahasa daerah yang populasi penuturnya puluhan juta, masalah punah sama sekali bukan masalah. Jauh dari punah jauh dari musnah. Tetapi bagi bahasa daerah yang penuturnya kurang dari 10, atau 20 atau bahkan 50, kepunahan jelas diambang mata.

Bagaimana mengatasi ini semua? Siapa yang tahu, Kasidi tidak tahu, para sahabatnya juga tidak. Hanya saja jika berkaca pada catatan bagaimana para murid Tuhan dulu mendapat karunia tiba-tiba saja mampu menggunakan beragam bahasa untuk mewartakan kabar gembira. Maka peran bahasa termasuk bahasa daerah jelas penting.

Karena itu, ayo sempatkan diri untuk hadir pada Kamis, 15 Desember 2016, pukul 21.00, di Paroki St. Paulus, Juanda, Sidoarjo, dalam acara Novena dan Malam Tirakatan Jumat Kliwonan dengan Misa Kudus berbahasa Jawa.

Walau bahasa Jawa jauh dari punah tetapi dalam rangka ikut serta memuliakan Tuhan dalam semua bahasa yang ada. Langkah kecil ini boleh juga didukung sebelum langkah berikutnya untuk bahasa daerah yang lain berani dilakukan.

No comments:

Post a Comment