31 December 2016

Selamat Jalan Desember yang Panas

''Saya lagi ngopi di warkop,'' ujar Cak Priyo.

''Warkop mana?''

''Warkop Planet Mars. Aman damai guyub rukun... gak ada gegeran soal tanggal merah,'' ujar pelawak dan presenter TV lokal di Surabaya itu.

Halus tapi mengena. Cak Priyo cukup intensif membuat TS untuk diskusi di medsos teman-teman Sidoarjo. Ada keresahan yang merata beberapa tahun belakangan ini. Khususnya setiap bulan Desember.

Ada Natal dan Tahun Baru. Selalu muncul fatwa haram mengucapkan selamat natal. Kemudian haram kostum dan atribut kakek jenggot putih, pohon cemara dsb. Belakangan ada lagi haram jualan dan meniup trompet. Capek deh...

Selepas tahun baru, sudah menunggu Sincia alias tahun baru Imlek. Jangan-jangan ada fatwa tentang lampion, baju cina, dsb. ''Di planet Mars gak ada fatwa-fatwaan. Beda dengan di bumi yang selalu dikinthili bulan sebagai satelitnya,'' kata teman yang lain.

Karena ada satelit yang namanya bulan, ya mau tidak mau ada pergantian hari, bulan, tahun. Tidak mungkin menghapus bulan Desember atau Januari dari penanggalan. Kecuali ada fatwa yang benar-benar super dan berlaku di seluruh dunia.

Syukurlah, Natal sudah lewat sehingga fatwa tentang santa claus tinggal dokumen. Tahun baru juga segera lewat. Kalau di tempat lain, khususnya Amerika dan Eropa, Desember jadi bulan liburan yang dingin menggigil, di Indonesia Desember justru menjadi bulan terpanas yang tak usah dikenang.

Selamat ngopi di Mars!

No comments:

Post a Comment