23 December 2016

PSN Ngada Flores runner-up Liga Nusantara 2016



Isu politik Ahok dan rasisme di media sosial yang heboh sering membuat kita lupa hal lain yang jauh lebih bermanfaat. Kita larut dalam polemik yang tak jelas juntrungannya. Ujung-ujungnya lupa mengapresiasi prestasi pemain-pemain sepak bola asal Flores NTT di kompetisi tingkat nasional.

PSN Ngada Flores baru saja tampil di partai final kompetisi Liga Nusantara 2016 di Solo. Hasilnya kalah 0-2 dari Perseden Denpasar. Maka PSN Ngada jadi runner-up. Memang belum juara tapi prestasi ini luar biasa untuk ukuran Flores atau NTT.

Liga Nusantara sejatinya cuma kompetisi kasta ketiga. Statusnya pun amatir. Di bawah Indonesia Super League  (ISL) dan Divisi Utama. Tapi jangan lupa, kompetisi Liga Nusantara tahun 2016 diikuti 600 klub dari 34 provinsi di Indonesia. Kompetisinya berjenjang dari tingkat provinsi, regional dan nasional.

Dan... PSN Ngada nyaris jadi yang terbaik. Luar biasa!

Setahu saya, Provinsi NTT yang baru merayakan hari jadi ke-58 belum pernah berjaya di kompetisi sepak bola nasional. NTT selalu gugur di babak penyisihan. Sebab kualitas permainannya masih di bawah standar. Lebih mengandalkan fisik tanpa pola yang jelas.

Ini tak lepas dari ketiadaan pelatih yang mumpuni di Flores. Karena itu, permainan sepak bola yang seharusnya indah itu terlihat berantakan di berbagai kota di NTT. Ada tim yang lupa pertahanan. Menumpuk lima penyerang di muka. Bagaimana tidak kebobolan?

Syukurlah, PSN Ngada Flores ini termasuk salah satu dari sedikit pengecualian. Mereka tidak lagi mengandalkan otot dan emosi seperti beberapa tahun lalu di Sidoarjo. Waktu itu anak-anak Ngada ngamuk di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Akhirnya rusaklah permainan mereka.

Keberhasilan PSN Ngada di Liga Nusantara 2016 semoga menjadi virus positif yang menyebar di NTT. Bahwa NTT pun sebenarnya bisa main bola dengan baik dan benar. Apalagi di masa lalu cukup banyak pemain bola asal NTT yang memperkuat tim-tim besar di tanah air seperti Persebaya, Persema Malang, Arema Malang, Niac Mitra Surabaya, hingga Persija Jakarta.

Almarhum Sinyo Aliandoe yang asli Larantuka pernah menjadi bintang tim nasional pada 1960an dan 1970an. Om Sinyo kemudian dikenal sebagai pelatih timnas yang nyaris meloloskan Indonesia ke Piala Dunia 1986. Sinyo pula yang membentuk karakter dan gaya permainan Arema hingga jadi tim tangguh seperti sekarang.

Selamat untuk PSN Ngada! Tahun depan harus lolos ke Divisi Utama!

(Dengan menjadi runner-up seharusnya PSN otomatis promosi ke Divisi Utama. Sayang, Liga Nusantara 2016 tidak pakai promosi-degradasi. Kompetisi ini dianggap sebagai selingan belaka gara-gara sanksi FIFA.)


No comments:

Post a Comment