31 December 2016

Hutan Trembesi di Juanda

Tak sampai lima tahun trembesi-trembesi di Jalan Raya Juanda Gedangan Sidoarjo itu sudah menghutan. Cabang-cabangnya membentang bak payung raksasa. Jalan menuju ke Bandara Juanda itu pun terasa sejuk.

Bagi orang Surabaya atau Sidoarjo, atau siapa pun pengguna Bandara Juanda, perubahan di Raya Juanda ini sangat terasa. Saya masih ingat pada 2005, ketika wilayah gereja saya dialihkan dari Paroki Pagesangan Surabaya ke Paroki Santo Paulus Juanda, jalan raya di wilayah kekuasaan TNI AL itu masih terlihat kosong. Ada tanaman penghijauan tapi masih kecil-kecil. Kiri kanan jalan tampak terang.

Kini, akhir Desember 2017, waduh... luar biasa! Oksigen berlimpah ruah di kawasan yang masuk Kecamatan Gedangan dan Sedati ini. Ketika Surabaya dan sekitarnya dipanggang matahari, gerah, orang mandi keringat, di kawasan Juanda ini rasanya sejuk. Mirip wilayah perdesaan yang punya hutan lebat.

Trembesi-trembesi itu sudah jadi hutan di Juanda. Mestinya keberhasilan ini segera ditularkan ke kawasan lain di Sidoarjo yang masih gerah. Contohnya di Lingkar Timur. Sampai sekarang jalan alternatif Sidoarjo-Malang itu masih kosong. Hampir sama dengan ketika baru dibangun 10 tahun lalu.

Ah, seandainya sejak awal ditanami trembesi atau angsana (sono)! Bisa dipastikan sekarang sudah jadi hutan kota yang asri. Sayang, birokrat yang berwenang belum tanggap. Tidak tahu bahwa tanaman-tanaman peneduh macam trembesi, angsana, sawo kecik dsb ternyata sangat efektif untuk menghijaukan kota.

Terima kasih Enterolobium saman alias Mbah Trembesi!

1 comment:

  1. Lebih bagus sawo kecik krn buahnya enak dimakan.

    ReplyDelete