27 December 2016

Hotel Garuda Pamekasan yang Tergilas Zaman

Di masa lalu banyak band atau artis ibukota yang manggung di Pamekasan. Di kliping koran-koran lama saya pernah baca sejumlah figur kondang macam Achmad Albar, Camelia Malik, Rhoma Irama, hingga A. Rafia. Artis-artis itu selalu dikabarkan menginal di Hotel Garuda.

Hingga 1990an, Hotel Garuda di Jalan Mesigit Nomor 1 merupakan salah satu dari sangat sedikit hotel di Pamekasan. Maka, tak banyak pilihan akomodasi bagi para tamu selain bermalam di situ. "Kondisinya waktu itu juga masih bagus dan terawat," ujar Pak Ahmad warga asli Pamekasan.

Bagaimana kondisi Hotel Garuda saat ini? Hem... memprihatinkan! Temboknya sudah keropos. Catnya kusam. Beberapa bagian sudah lapuk. Jauh banget dari image sebuah hotel yang berlokasi di pusat kota.

Secara kasat mata jelas terlihat bahwa Hotel Garuda ini sudah tidak layak beroperasi. Perlu renovasi besar-besaran. Hanya dengan sedikit sentuhan saja, aura hotel ini bisa kinclong lagi seperti dulu. Lokasinya yang sangat strategis sulit ditandingi hotel-hotel lain.

Sayang, manajemen belum mendapatkan investor hingga saat ini. Maka hotel pun tetap menerima tamu minus servis layaknya hotel-hotel di kota. "Yang penting bisa istirahat dengan biaya murah," kata Gatot tamu asal Surabaya.

Tarif Hotel Garuda Pamekasan ini memang sangat murah. Paling mahal Rp 150 ribu. Fasilitas: dua tempat tidur, AC, televisi, toilet. Yang paling murah Rp 40 ribu. Fasilitas: kipas angin kecil. Itu saja. Kamar mandi di luar.

Mungkin karena murah, kamar-kamar Rp 40 ribuan ini selalu ramai setiap malam. Orang luar yang bertugas di Pamekasan biasanya menginap di sini. Bahkan banyak yang berlanggan macam sewa kamar saja. Bandingkan dengan vila di Trawas atau Pacet yang sekarang paling murah Rp 200 ribu per malam.

"Alhamdulillah, tamu selalu ada," kata seorang pegawai.

Sejak dibuka Jembatan Suramadu, pelan-pelan Madura mulai menggeliat. Hotel-hotel baru bermunculan dari Bangkalan, Sampang, Pamekasan hingga Sumenep. Beberapa di antaranya milik jaringan besar di Surabaya.

Sayang banget kalau manajemen Hotel Garuda tidak cepat membaca perubahan zaman. Akibatnya, hotel ini hanya terkenal di koran-koran masa lalu.

No comments:

Post a Comment