31 December 2016

Aneh, koran ikut libur!

Sejak 80an koran Jawa Pos dan anak-anaknya terbit nonstop. Tanggal merah tetap terbit. Sebab masyarakat juga butuh informasi saat berlibur. Bayangkan jika televisi pun ikut terbit pada tanggal merah? Media online pun libur?

Gebrakan Jawa Pos itu dilakukan jauh sebelum ada internet. Televisi pun hanya satu: TVRI. Tahun 2000an konstelasi media massa sudah jauh berbeda.

Anehnya, sampai sekarang semua media cetak Jakarta (kecuali Jawa Pos Group) masih tetap tidak terbit saat tanggal merah. Lebaran libur. Natal libur. Tahun baru prei. Maulid Nabi off. Mirip pegawai negeri sipil. Masih untung tidak cuti bersama ala PNS.

Informasi di televisi dan khususnya online sebetulnya sudah sangat cukup untuk mengetahui berbagai informasi. Sehingga tidak terbitnya koran tidak begitu merisaukan. Toh banyak berita di koran-koran yang sama dengan di internet.

Bagi saya, yang kecanduan koran dan majalah sejak mahasiwa, yang jadi masalah adalah edisi Minggu. Jujur aja koran Jakarta edisi Munggu punya kelebihan di liputan gaya hidup, sastra, kolom, seni budaya, perjalanan. Ini yang tidak ada di online yang berita-beritanya pendek dan padat.

Bulan Desember 2016 (plus tahun baru) jadi runyam karena tanggal merah jatuh pada hari Minggu. Maulid Nabi, Natal, kemudian tahun baru. Otomatis koran Jakarta yang selalu saya baca itu tidak terbit. Saya kehilangan edisi Minggu. Padahal edisi ini yang selalu saya baca agak tuntas. Beda dengan edisi reguler yang kadang cuma lihat judulnya aja.

Pelanggan koran jelas dirugikan. Sebab dia sudah membayar di muka  (atau di belakang) dengan harga tetap bulanan. Ada tanggal merah atau tidak, uang langganan sama saja. Ini yang kurang diperhatikan para penerbit surat kabar yang suka libur tanggal merah itu.

Mudah-mudahan para penerbit koran mau mengubah kebijakannya pada 2017. Bukan apa-apa. Kita punya kepentingan bersama untuk mempertahankan industri media cetak di tengah gempuran media daring dan media sosial.

Salam tahun ayam!

1 comment:

  1. Tahun ayam belum dimulai sebelum tahun baru Imlek, bung, yaitu pd tanggal 28 Januari. Selamat Tahun Baru!

    ReplyDelete