15 November 2016

Umat Kristen Diminta Mengampuni Pengebom Gereja Oikumene di Samarinda

Pernyataan Sikap Badan Musyawarah Antar Gereja/Lembaga Keagamaan Kristen Indonesia (Bamag LKK Indonesia) tentang Pengeboman Gereja Oikumene Sengkotek Samarinda Kaltim, 13 November 2016.

1. Meminta aparat kepolisian dalam hal ini penegak hukum untuk mengusut dan menindak pelaku pengeboman sesuai dengan hukum yang berlaku untuk menjamin tegaknya hukum dan keadilan.

2. Meminta pemerintah (TNI/Polri) untuk memberikan rasa aman atau jaminan/perlindungan keamanan kepada warga negara Indonesia, termasuk umat Kristen (jaminan keamanan untuk beribadah).

3. Bahwa pengeboman tempat ibadah agama apa pun termasuk pengeboman Gereja Oikumene Sengkotek Samarinda adalah satu bentuk tindakan keji terhadap kemanusiaan dan bukti perlawanan terhadap NKRI dan Pancasila.

4. Presiden RI kiranya  mengambil langkah-langkah strategis dalam menjaga, mengamankan, mempertahankan terhadap upaya-upaya penghancuran NKRI dan Pancasila.

5. Berharap pemerintah untuk menanggung segala beban biaya yang diderita ileh korban dari mulai pengobatan sampai kehidupan ke depanya sebagai wujud tanggung jawab negara kepada warga negaranya.

6. Mengimbau umat Kristen agar tetap tenang serta berdoa untuk kedamaian Indonesia dan mengampuni/memberkati pelaku pengeboman,  memperkokoh kerukunan antar umat beragama dan senantiasa berkoordinasi dengan aparat(TNI/Polri), pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan FKUB setempat.

7. Salam perdamaian dan kesatuan berbangsa dari umat Kristen kepada umat Islam dan seluruh rakyat Indonesia.

TUHAN memberkati! Salam! Merdeka!!!

Jakarta, 13 November 2016

Ketua Umum Bamag/LKK Indonesia


Agus Susanto                                   

2 comments:

  1. LKK itu lembaga apa Bung Hurek? Kok kagak pernah dengar?

    ReplyDelete
  2. Sejak reformasi muncul banyak lembaga baru di lingkungan kristiani yg dibikin eks aktivis2 ormas GMKI, Gamki, dsb. Dengan bendera lembaga atau ormas, maka mereka bisa lebih mudah komunikasi dengan pemerintah dan ormas2 lain di luar gereja. Sebab KWI dan PGI lebih sibuk dengan urusan internal gereja. Bamag juga sebetulnya dulu lembaga dadakan yg dibentuk almarhum Prawiromaruto pengusaha real estate di Surabaya untuk menyikapi perusakan beberapa gereja di Surabaya dan kota lain di Jatim tahun 90an. Rupanya Bamag masih bertahan sampai sekarang untuk melengkapi PGI dan persekutuan gereja2 pentakosta.

    Bamag ini diperlukan karena sebagian besar gereja nonkatolik di indonesia justru tidak ikut PGI. Organisasi PGI itu dianggap cuma mewakili gereja2 aliran protestan lutheran reformed dsb dsb...

    ReplyDelete