03 November 2016

Lidah Api Ahok Bikin Kisruh

Kita yang tinggal di luar Jakarta tidak punya kepentingan dengan Ahok. Mau Ahok menang atau kalah, UMK Surabaya dan Sidoarjo tak berubah. Macet di Sidoarjo, banjir yang makin sering, pungutan ini itu pun tak bisa diselesaikan Ahok yang bukan bupati atau gubernur kita.

Tapi begitulah yang terjadi beberapa minggu terakhir. Kita sibuk debat soal Ahok di Jakarta. Tentang omongan ngawur Ahok yang bikin geger di Pulau Seribu. Ucapan yang kini jadi bumerang buat Ahok yang katanya calon gubernur terkuat.

Teman-teman di grup media sosial di Sidoarjo ikut panas. Saling maki, saling serang, ungkit SARA, gara-gara Ahok. Beberapa admin jadi bulan-bulanan karena dianggap berpihak. Waduh... waduh... panas pagi ini.

Makin panas jelang rencana unjuk rasa besar-besar di Jakarta 4 November yang terkait erat dengan Ahok. "Ahok itu menistakan agama. Menistakan kitab suci. Harus ditangkap," begitu antara lain komentar salah satu anggota grup yang dikenal suka dakwah di grup FB.

Kubu yang netral tak kalah banyak. Mereka tak punya urusan dengan Ahok. Bung Karno dari Wunut Porong sebagai tiyang sepuh mengingatkan semua pihak untuk mewaspadai agenda ekstremis yang menumpang isu Ahok. "Ingat empat pilar," pesan Bung Karno yang juga budayawan senior Sidoarjo.

Luar biasa panas suhu politik Jakarta yang merembet ke mana-mana-mana. Dan pemicunya adalah satu kalimat Ahok yang maunya bercanda tapi ngawur pol itu. Ahok sangat tidak peka dengan isu agama. Padahal dia berasal dari Belitung yang sejak kecil hidup di tengah masyarakat Melayu yang sangat islami.

Ibarat sepak bola, Ahok ini pemain konyol yang melakukan blunder luar biasa. Dia mengoper bola kepada penyerang lawan di depan gawang yang sudah kosong. Bagaimana tidak gol?

Sudah pasti blunder itu membuat elektabilitas Ahok turun. Bisa turun banyak bisa sedikit. Bisa juga Ahok dijadikan tersangka dan dijebloskan ke penjara.

Tidak bisa lagi jadi calon gubernur? Itulah yang diinginkan para politisi dan ormas-ormas penentang Ahok. Itulah harga mahal yang harus dibayar Ahok akibat ketidakmampuannya menjaga lidah.

Lebih celaka lagi jika ucapan Ahok di Pulau Seribu itu mengguncang stabilitas politik dan ekonomi di Indonesia.

1 comment:

  1. Memang sangat disayangkan. Beliau memang kerja keras dan berani mati melawan korupsi. Tetapi kurang jaga mulut walaupun sudah diingatkan termasuk oleh bekas atasannya Presiden Joko Widodo. Ah, sayang sekali apabila dia tidak bisa maju Pilkada DKI gara-gara ini. Entah siapa yang akan diajukan PDI.

    ReplyDelete