29 October 2016

Senjakala Blog di Hari Blogger Nasional

Saya baru tahu kalau di Indonesia ada hari blogger nasional. Diperingati setiap 27 Oktober. Tahun ini sudah jalan sembilan tahun. Wow, ternyata blogging masih ada di Indonesia yang makin gandrung media sosial ini.

Ketika masih baru (seperti semua barang baru), blogging memang luar biasa bergairah di tanah air. Mulai artis, guru, orang biasa, pedagang, pelajar, hingga petani dan nelayan bikin blog. Komunitas blogger sempat ramai di berbagai kota.

Di Surabaya, dulu, arek-arek blogger biasa berkumpul, diskusi, nulis bareng di Taman Bungkul. Masih pakai laptop yang besar. Belum ada netbook. Smarphone belum terbayang. Di Sidoarjo kumpulnya di alun-alun. Bahkan Sidoarjo pernah jadi tuan rumah kongres blogger. Ramai banget!

Tapi teknologi informasi berkembang dan berubah begitu cepat. Revolusi itu datang lewat smartphone. HP yang bisa nyambung internet. Media sosial makin bergairah. Muncul micro blogging dengan twitter dan sejenisnya. Facebook makin booming karena telepon pintar tadi.

Lalu, blogging pun menjadi cerita lawas. Barang antik. Teman-teman yang dulu rajin blogging hijrah ke medsos. Tulisan pendek, status informal, langsung disambut komentar berjubel di social media. Beda dengan blog yang makin kehilangan pembaca dan komentator.

Maka blogger kawakan AH, yang dulu mengajari wartawan-wartawan muda belajar blogging, pun tak lagi rajin menulis di blognya yang dulu jadi rujukan banyak orang Indonesia. Selain sibuk dengan urusan lain, AH lebih banyak diskusi di media sosial. Blognya mangkrak.

Inikah senja kala blog? Bisa jadi benar tapi bisa salah. Sebab media sosial sebagus apa pun tidak bisa menggantikan tulisan panjang ala blog. Meskipun di Facebook pun ada fasilitas untuk blogging.

Masih relevankah blog di era serba medsos? Masih perlukah hari blogger nasional? Yang pasti, komunitas-komunitas blogger di banyak kota sudah lama bubar jalan.

Selamat hari blogger nasional?


Sent from my BlackBerry

No comments:

Post a Comment