14 September 2016

Yesus Bisa Bahasa Inggris?

Setiap hari Pak Budi yang tinggal di Sidoarjo membagi renungan kepada orang-orang Katolik yang dikenalnya. Bagus-bagus dan menyentuh. Gak kalah sama pastor atau pendeta. Malah sering lebih bagus. Padahal bapak yang tinggal di Sidoarjo ini awam alias umat biasa.

"Sampean ini kelihatannya sudah mengalahkan rohaniwan hehe..," goda saya.

"Rohaniwan dan awam itu kan cuma status. Kita semua sama-sama umat Allah," kata Pak Budi tak lupa mengutip ayat Alkitab. Dia memang fasih soal ayat dari Kejadian sampai Wahyu.

Satu yang agak mengganggu saya adalah ini: dia sering banget mengutip ucapan Yesus Kristus dalam bahasa Inggris. Hari Rabu ini alinea pertama renunganya begini:

"Consider the lilies of the field how they grow; they toil not, neither do they spin; and yet I say unto you, that even Solomon in all his glory was not arrayed like one of these."

Lima alinea yang lain dalam bahasa Indonesia. Tata bahasa, tata kalimat, ejaannya boleh dikata sempurna. Pria bergelar doktor ini memang sangat teliti soal bahasa Indonesia meskipun di media sosial. Bahkan singkatan macam yg (yang), dgn (dengan), dsb (dan sebagainya) tidak dia pakai. Persis makalah atau artikel di surat kabar yang memang bersifat resmi.

Saya selalu bertanya dalam hati mengapa kutipan Alkitab, khususnya kata-kata Yesus, sering dalam bahasa Inggris? Padahal kutipan yang lain dari Alkitab bahasa Indonesia yang sangat umum. Hanya untuk variasi? Bumbu penyedap?

Supaya kelihatan fasih berbahasa Inggris? Atau terjemahan Inggris lebih baik? Saya belum sempat bertanya langsung karena gak enak. Tapi Pak Budi tidak sendiri. Banyak sekali pendeta-pendeta di Surabaya yang sangat senang mengutip Alkitab berbahasa Inggris. Kemudian kutip lagi yang bahasa Indonesia.

Sudah lama saya ketawa sendiri kalau menyimak khotbah-khotbah berlumur English itu. "Memangnya Yesus dulu bicara bahasa Inggris? Memangnya bahasa asli Alkitab itu bahasa Inggris?"

Ada kemungkinan para pendeta dan Pak Budi ini ingin meniru gaya khotbah kiai-kiai atau ustad muslim. Pasti mengutip ayat suci bahasa Arab kemudian bahasa Indonesia. Dan itu sangat bagus karena Alquran memang aslinya berbahasa Arab. Terjemahan dalam bahasa di luar Arab pasti ada kelemahannya.

Nah, yang terjadi di kalangan kristiani lebih ke penyakit nginggris atau keminggris. Ben ketok pinter ngomong Inggris. Wong Alkitab bahasa Inggris itu pun hasil terjemahan dari bahasa Aram dan Ibrani - bahasa asli Alkitab. Mengapa tidak mengutip bahasa asli itu saja?

Hehehe...

Di Indonesia sangat jarang ada pendeta atau pastor yang menguasai bahasa asli Alkitab. Mungkin di seluruh Jawa Timur ini tidak sampai 100 orang. Setahu saya yang biasa mengutip ayat Alkitab dalam bahasa asli itu Romo Pareira dan Romo Pidyarto (sekarang jadi uskup Malang).

Kalau cuma mengutip bahasa Inggris, siapa yang tidak bisa? Tinggal membaca atau copy paste saja. Tidak perlu belajar mengaji secara intensif seperti yang dilakukan saudara-saudari kita yang beragama Islam dengan kitab sucinya. Karena itu, saya selalu takjub melihat anak-anak belasan tahun di Sidoarjo yang fasih menghafal Alquran.

1 comment:

  1. Aslinya Alkitab itu dalam Bahasa Ibrani, terutama Perjanjian Lama. Perjanjian Baru sebagian ditulis dalam Bahasa Yunani pasar (koine), karena itulah yang digunakan oleh umat Kristen kebanyakan (yang menjadi sasaran para penginjil dan penulis surat) di jaman penjajahan Romawi di berbagai propinsi, semacam bahasa Melayu pasar yang menjadi lingua franca di Nusantara. Bahasa Aram ialah bahasa yang digunakan Yesus dan murid2nya di Galilea, dan pd umumnya tidak digunakan di dalam Injil, kecuali untuk beberapa perkataan Yesus. Dalam berbagai terjemahan, perkataan Yesus dalam Bahasa Aram itu dikutip mentah-mentah ("Effata", "Eli, Eli Lama Sabachtani") karena dianggap autentik.

    ReplyDelete