25 August 2016

Konflik di Universitas Trisakti yang tak kunjung sudah

Miris melihat foto preman-preman yang ditangkap di koran pagi ini. Sebagian besar orang NTT, khususnya Flores. Mereka dicokok polisi karena menyeru kampus Universitas Trisakti. Tentu saja preman-preman itu dibayar sang pemakai jasa.

Yang miris, juga bikin geli, salah seorang preman itu memakai kalung rosario berukuran buesaar sekali. Salibnya pun besar. Mungkin rosario dari kayu cendana. Sang preman berambut keriting itu pakai anting.

Kok bisa begini Bung? Pakai rosario untuk melakukan kejahatan di kampus Trisakti yang terkenal itu? Jangan-jangan kalung rosario itu dijadikan jimat. Biar gak mempan diapa-apakan aparat atau sesama preman. Wah wah...

Serbuan sekitar 50 preman di kampus Trisakti, yang dulu rektornya orang Flores, Prof Dr Thoby Mutis, sejatinya cuma riak-riak kecil dari konflik bertahun-tahun di kampus itu. Konflik 20 tahun lebih antara yayasan dan rektorat. Sudah banyak upaya mediasi tapi hasilnya justru makin parah.

Kedua kubu sama-sama merasa paling benar. Sama-sama saling pecat. Sama-sama melakukan gugatan ke pengadilan tanpa hasil yang menggembirakan. Hebatnya, kampus yang pernah berjaya ini masih diminati mahasiswa.

Konflik semacam ini tak hanya di Trisakti. Di kampus-kampus lain juga ada. Tapi skalanya tidak sehebat di Trisakti yang sudah ibarat kanker kronis. Pemerintah, khususnya kementerian pendidikan tinggi, seharusnya sudah lama mengambil alih persoalan ini.

Misalnya melarang Universitas Trisakti menerima mahasiswa baru. Sampai kedua kubu ini berdamai. Tanpa mahasiswa baru, maka bisnis utama universitas ini akan habis. Mana ada universitas tanpa mahasiswa? Duit untuk membayar dosen dan sebagainya dari mana? Sayang, kementerian pendidikan sepertinya sengaja membiarkan para petinggi Trisakti berkelahi sampai 20an tahun.

Yang juga bikin kita takjub adalah para petinggi Trisakti, yang profesor, doktor, akademisi, itu punya energi berkelahi yang luar biasa. Bertahun-tahun berkonflik tanpa tanda-tanda akan selesai. Lalu kapan bisa bikin penelitian? Menghasilkan karya-karya ilmiah yang bisa dibanggakan?

Sulit dibayangkan para dosen dan mahasiswa Trisakti bisa belajar dengan baik, mengadakan riset ilmiah, asyik di laboratorium, jika setiap saat diancam serbuan preman-preman bayaran. Yang pakai kalung rosario segala.

No comments:

Post a Comment