01 June 2016

Puji Syukur dan Alkitab di HP

"Kamu kok gak pernah bawa Alkitab ke gereja? Gak bawa Puji Syukur?"

Begitu pertanyaan seorang bapak di Wonokromo Surabaya di halaman Gereja Katolik Santo Yohanes Pemandi. Bapak ini memang sejak dulu selalu bawa Puji Syukurlah, buku nyanyian dan doa Katolik, saat misa. Alkitab tidak bawa. Beda dengan teman-teman kita yang Protestan yang membawa Alkitab ke mana-mana.

"Lho, saya ke mana-mana bawa Alkitab dan Puji Syukur. Nggak cuma ke gereja tok. Ke pasar, hutan, kantor, mal, tambak dsb. Alkitab dan PS selalu ada di saya punya saku," kata saya kepada Om asal Flores itu.

Bapak ini tidak percaya. Maka saya tunjukkan HP sederhana Samsung kecil. Saya buka aplikasi Puji Syukur dan Alkitab. Alkitab ada versi Indonesia yang umum dari LAI, versi bahasa Malaysia dan Inggris. Puji Syukur versi empat suara sopran alto tenor bas (SATB). Beda dengan versi umat yang cuma satu suara alias unisono.

Om itu kaget. Saya tunjukkan aransemen misa Lauda Sion yang akan dinyanyikan paduan suara sebentar lagi. "Canggih juga ternyata," katanya.

Makanya jangan menilai orang dari luarnya doang, kata saya dalam hati. Saya kemudian meminta beliau mengunduh aplikasi sederhana di ponsel. Nggak sampai lima menit Puji Syukur dan Alkitab masuk HP. Gratis. Offline pula.

Alkitab atau Bible online sudah ada sangat lama. Aplikasinya banyak karena pemain-pemainnya dari USA sana. Alkitab bahasa Indonesia juga sudah lama.

Tapi Puji Syukur? Ini kejutan buat saya. Apalagi pakai versi SATB. Aransemen lengkap untuk kor-kor gereja. Beda dengan aplikasi Kidung Jemaat untuk Jemaat Protestan yang cuma syairnya doang. Tanpa notasi. Apalagi aransemen mixed choir.

Salut untuk seorang remaja Katolik asal Jakarta yang telah membuat aplikasi Puji Syukur gratis untuk umat Katolik di Indonesia. Bukan apa-apa. Buku partitur paduan suara untuk Puji Syukur ini tergolong sangat langka. Jangankan di luar Jawa, di Surabaya pun jarang ditemui. Toko buku tidak jual.

Saya sendiri hanya tahu partitur PS hasil fotokopi yang difotokopi lagi. Buku aslinya sih belum tahu. Maka saya sangat bersyukur ada orang kreatif yang mau menciptakan aplikasi liturgi Katolik untuk ponsel. Terima kasih banyak!

Yang jadi masalah: sampai sekarang masih ada larangan menyalakan HP di dalam gereja. Petugas tatib akan menegur jika memergoki umat asyik membaca di HP. Orang yang buka HP dicurigai main medsos, game, chatting... atau urusan yang tidak ada kaitan dengan liturgi.

Syukurlah, Gereja Katolik di Wonokromo ini sudah menyiapkan buku Puji Syukur dan Alkitab dalam jumlah memadai. Bahkan ada Alkitab versi khusus untuk kajian para mahasiswa teologi. Dus, tidak apa-apa gereja melarang umat menghidupkan HP selama Ekaristi.

Yang pasti, partitur paduan suara di ponsel ini sangat efektif buat para praktisi kor gereja di mana pun. Mereka tidak perlu lagi memfotokopi teks lagu yang butuh biaya... dan belum tentu ada.

Tuhan pun hadir di jagat maya!

1 comment:

  1. kerennnn...gimana downloadnya.saya baru punya Rosario dan Doa kerahiman.saat pertama saya berdoa Rosario dan Doa kerahiman lewat ponsel tidak sadar saya menangis krna saking khusunya.

    ReplyDelete