01 May 2016

Maya Kurnia Indri Tak Lupa Sidoarjo



Meski sudah lama memperkuat klub-klub besar di tanah air, Maya Kurnia Indri, 24, tak pernah melupakan Sidoarjo. Bintang tim nasional bola voli putri juga kerap berlatih bersama Sparta Volleyball Club di Alun-Alun Sidoarjo. Maya pun tak segan-segan memberikan bimbingan dan masukan kepada pemain-pemain muda Kota Delta.

"Kuncinya adalah latihan yang serius dan tekun. Anggap latihan seakan-akan pertandingan resmi. Jangan main-main," ujar quicker andalan tim nasional itu.

Gadis kelahiran Sidoarjo, 17 Februari 1992, itu masih dibekap cedera tulang rawan artikular. Cedera yang diderita Maya terjadi saat membela Bank Jatim kontra TNI AU pada kompetisi Livoli di Bandung 4 November 2015. Maya yang berperan sebagai kapten melakukan blocking tepat di depan net. Sayang, Maya salah meletakkan posisi kaki saat landing. Akibatnya, lutut kirinya terasa sakit sehingga harus stop bermain.

"Saya ingin terus berkarir di voli. Makanya, saya istirahat dulu daripada nanti cederanya tambah parah,” tutur peraih medali perak pada SEA Games 2013 itu.

“Sekarang saya sudah bisa berlatih sedikit-sedikit. Kalau ke Sidoarjo, saya latihan sama adik-adik di Sparta. Tetapi, setiap selesai berlatih, lutut saya bengkak lagi,” ujarnya.

Kepada pemain-pemain Sparta, yang kebanyakan masih belasan tahun, Maya menceritakan kiat suksesnya sebagai salah satu pemain voli terbaik di Indonesia. Setiap hari gadis bertinggi badan 174 sentimeter ini berlari lima sampai tujuh kilometer. Kemudian latihan lompat vertikal dan latihan otot tangan.

"Latihan blocking juga tiap hari, latihan setting sekitar 15 menit,” katanya. Maya ingin ada pemain-pemain muda asal Kota Delta yang bisa mengikuti jejaknya ke tingkat nasional.

No comments:

Post a Comment