16 May 2016

Chelsea cuma nomor 10

Nonton bareng pertandingan Chelsea vs Leicester City baru berakhir. Hasilnya seri 1-1. Laga ke-38 Liga Inggris ini cuma untuk menggugurkan kewajiban saja. Tidak ada pengaruhnya untuk kedua tim.

Leicester sudah juara. Chelsea yang juara tahun lalu mantap di nomor 10. Luar biasa! Klub yang gila-gilaan beli pemain mahal ini ternyata cuma segitu. Nomor 10. Sebaliknya, Leicester yang miskin jadi juara. Padahal tahun lalu hampir relegasi.

Suasana warkop di Kedungrejo Waru Sidoarjo, yang berbatasan dengan Kota Surabaya, pun ramai. Maklum, pelanggan warkop rata-rata gila bola. Komentar mereka tak kalah dengan pengamat di TV. Bahkan ada yang lebih mengena ketimbang komentator gundul di TV itu.

Chelsea benar-benar terpuruk musim ini. Tapi untunglah Guus Hiddink masih bisa mengangkat Chelsea ke posisi 10. Andaikan Jose Mourinho tidak dipecat, hampir pasti klub London ini terdegradasi. Paling tinggi urutan keempat atau kelima dari bawah. Jose memang pembawa sial meskipun tahun lalu mempersembahkan gelar untuk The Blues.

Jauh sebelum Jose Mourinho dipecat, saya sudah menulis di blog ini bahwa coach asal Portugis itu tidak bisa dipertahankan. Kalah melulu. Pemain-Pemain-pemain melempem. Pertahanan kacau. Koordinasi ndak jelas. Semangat bertanding hancur. Chelsea kehilangan kemampuan how to win.

Guus Hiddink jauh lebih baik ketimbang Mourinho. Tapi terlalu banyak seri. Jarang menang. Bagaimana bisa dapat banyak poin untuk naik ke papan atas? Sampai pertandingan ke-36, 37, dan 38 Chelsea ya gitu-gitu aja. Sama sekali tidak ada aroma juara liga tahun lalu. Leicester yang gayanya mirip Chelsea dulu justru sangat konsisten.

Akankah pelatih baru, Antonio Conte, mampu mengembalikan Chelsea ke lima besar?

Hem... sulit rasanya. Kerusakan di Chelsea sudah terlalu parah. Sementara klub-klub Inggris sekarang makin kompetitif. Tak ada lagi dominasi big four macam dulu.

Chelsea sudah jadi klub medioker. Pertahanan masih rapuh. Striker Costa pun kelihatan sudah kehilangan ketajaman. Hazard tak jelas mainnya.

Bagaimana dengan Jose Mourinho? Lupakan saja. Klub-klub besar kayak MU sebaiknya tidak meminang Mou. Sejelek-jeleknya Louis van Gaal, masih lebih baik ketimbang Mou yang terlalu suka main bertahan. Taktik dan strategi Mou sudah dibaca semua pelatih top di Eropa.

Kompetisi Liga Inggris 2015/16 sudah selesai. Leicester juara. Chelsea nomor 10. Arsenal 2. Spurs 3. Manchester City 4. Tahun ini peta kekuatan memang berubah total.

Tak ada yang menyangka Leicester juara. Pun tak ada yang mengira Chelsea nomor 10. Tapi begitulah sepak bola. Selalu ada kejutan yang menyenangkan.

No comments:

Post a Comment