30 April 2016

Pesta Rakyat HUT Ke-1056 Makco di Sidoarjo

Apa perayaan terbesar warga Tionghoa di Sidoarjo? Ternyata bukan tahun baru Imlek atau Capgomeh atau sembahyang rebutan. Tapi ulang tahun dewi lautnya orang Tionghoa bernama Thian Siang Sen Bo alias Makco.

Pesta ulang tahun Makco biasanya dirayakan pada bulan April. Suasananya benar-benar kayak pesta rakyat. Beragam hiburan disajikan pengurus Kelenteng Tjong Hok Kiong, Jalan Hang Tuah, Karanggayam Sidoarjo. Kelenteng tua di pinggir Sungai Karanggayam yang terkenal itu.

Malam tadi, 29 April 2016, ribuan orang Tionghoa dari seluruh Jawa Timur menghadiri perayaan sejit ke-1056 Makco di Sidoarjo. Bahkan para tenglang dari luar Jatim pun hadir. Maklum, selain kelenteng tua, TITD di tengah Kota Sidoarjo ini kabarnya punya banyak kelebihan.

"Orang-orang sakit biasanya sembahyang di Sidoarjo dan sembuh," kata Tante Tok, wanita Tionghoa Sidoarjo, yang leluhurnya dulu jemaat TITD Tjong Hok Kiong.

Tante Tok bilang perayaan Makco tempo doeloe sebelum Orde Baru jauh lebih meriah. Acara hiburan tidak hanya semalam, tapi bisa satu minggu. Ada kirab atau pawai di pecinan tengah kota. Setelah orba tumbang, kemeriahan itu mulai muncul kembali. Meskipun masih kalah sama era pra-Soeharto.

Yang menarik, pengurus kelenteng selalu mengemas perayaan hari lahir Makco ini sebagai pesta budaya. Tak hanya kesenian Tionghoa, masyarakat sekitar kelenteng bisa menikmati wayang kulit semalam suntuk, tarian remo, hingga jaranan. Ki Sugilar, dalang asal Mojokerto, selalu tampil memeriahkan pesta ulang tahun Makco.

"Kita ingin berbagi kebahagiaan kepada masyarakat. Biar masyarakat Sidoarjo senang," kata Arief Pujianto, ketua Kelenteng Tjong Hok Kiong. Ada pula kegiatan sosial pengobatan gratis dan pembagian sembako.

Pertunjukan wayang potehi sudah tentu tidak pernah absen. Apalagi kelenteng ini memiliki dalang potehi yang saat ini sangat terkenal di Indonesia: Ki Subur. Bersama krunya, Ki Subur mempersembahkan atraksi wayang boneka kain khas Tiongkok ini selama satu bulan penuh. Dua kali sehari.

"Biasanya diperpanjang satu bulan," kata Ki Subur yang asli Jawa itu.

Pesta rakyat dan kemeriahan itu tidak akan kita jumpai saat tahun baru Imlek atau Capgomeh. Mungkin bagi warga Tionghoa di Sidoarjo, khususnya yang punya ikatan dengan TITD Tjong Hok Kiong, sang dewi laut Makco jauh lebih penting. Sebab beliaulah yang melindungi para leluhur orang Tionghoa ketika berlayar dari negeri Tiongkok ke Nusantara.

No comments:

Post a Comment