20 April 2016

Indonesia bukan cuma Jakarta

Mengapa laut di Jakarta diuruk? Direklamasi? Dijadikan daratan? Karena pengembang butuh tanah untuk bangun rumah, apartemen, pusat belanja, hiburan, dsb dsb.

Tentu saja biaya reklamasi ini sangat mahal. Belum dampak lingkungan, ketahanan pulau buatan, dsb. Tapi biaya yang mahal itu pasti akan terbayar setelah ribuan unit rumah/apartemen dijual kelak. Pengusaha sudah punya hitung-hitungan pasti laku keras.

Mana ada pengusaha yang mau rugi? Maka apa pun dilakukan agar laut bisa diuruk. Termasuk menyuap anggota parlemen miliaran rupiah agar peraturan daerah bisa diakali sesuai kepentinannya.

Miris rasanya melihat Indonesia hari ini. Negara kepulauan yang luasnya membentang dari Sabang sampai Merauke. Kita punya ribuan pulau di mana-mana. Sebagian pulau itu masih kosong. Kalimantan sangat luas. Sumatera. Sulawesi. Papua. Pulau-pulau kecil yang begitu banyak.

Tapi begitulah... Indonesia masih sangat Jakarta oriented! Uang beredar terpusat di Jakarta. Mungkin 60 sampai 70 persen. Karena itu, Pak Dahlan Iskan sejak dulu selalu bilang Surabaya itu bukan kota terbesar kedua di Indonesia, tapi keenam. "Nomor 1 sampai 5 itu Jakarta, Jakarta, Jakarta, Jakarta, Jakarta," kata mantan menteri BUMN itu.

Rupanya guyonan lawas era 80an dan 90an itu masih berlaku sampai sekarang. Bahkan makin menjadi-jadi. Bukannya menyebarkan kue pembangunan ke daerah-daerah di luar Jakarta, pemerintah malah terkesan mempertahankan hegemoni ekonomi Jakarta. Bila perlu semua laut di sekitar pantai Jakarta dijadikan daratan. Sebab tanah di daratan sudah tidak ada lagi.

Kita sering meniru reklamasi laut yang dilakukan tetangga kita, Singapura. Padahal, kita tahu, Singapura itu negara super kecil yang luasnya hanya sebesar Surabaya + Sidoarjo. Singapura tidak punya tanah. Karena itu, reklamasi laut, pembuatan pulau-pulau baru menjadi kebutuhan bagi negara kota itu. (Tanah, pasir, dan batu untuk menguruk pun diambil dari Indonesia!)

Selama paradigma Jakarta oriented ini tidak berubah, Indonesia akan begini-begini terus. Meskipun Presiden Jokowi bikin tol laut dan bangun infrastruktur di mana-mana.

2 comments:

  1. Hehehe, memang benar...semuanya oriented Jakarta... Cuma kalau reklamasi kita mengikuti Singapura itu terbalik. Ancol dan Pluit adalah kawasan reklamasi yang terbukti kemudian ditiru negeri singa...
    Reklamasi pantura jakarta selain untuk pembangunan fasilitas dan pusat bisnis, tujuan sebenarnya adalah penahan gelombang, karena pantura jakarta tingkat abrasi begitu tinggi...

    ReplyDelete
  2. Ahok tidak meniru Singapura mentah mentah. Benar kata Kak Kristianus Noeng, bhw tujuan reklamasi Jakarta sebenarnya ialah untuk mencegah banjir, maka itu dikonsultasikan dengan pakar dari Belanda, terutama Rotterdam. Cari aja di YouTube. Tetapi segi ilmu ini tidak diberitakan, yang muncul di koran hanya konflik saja, dan terakhir dibumbu-bumbui agama. Begitulah kelas rakyat kita, yang sebenarnya harus dididik oleh media, bukannya malah diadu.

    ReplyDelete