30 April 2016

Hanya 5 SMP yang unas pakai komputer

Dari 239 SMP yang ada di Kabupaten Sidoarjo, hanya lima yang menyelenggarakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Lima SMP itu SMPN 1 Sidoarjo, SMPN 2 Sidoarjo, SMP Kristen Petra 4, SMP PGRI 1 Buduran, dan Singapore National Academy (SNA) Pepelegi Waru.

Begitu sulitkah membuat ujian nasional dengan komputer? Untuk Sidoarjo, tetangga terdekat Kota Surabaya? Janggal juga rasanya. Hanya lima SMP yang siap. Dua sekolah negeri dan tiga sekolah swasta.

Sekolah favorit macam Al-Hikmah di Deltasari pun belum bisa UNBK pada Mei 2016. Begitu juga sekolah Katolik macam SMP Santa Maria 2 di Lingkar Timur dan SMP Untung Suropati. Begitu sulitkah menyediakan komputer atau laptop buat peserta didik yang mau unas?

Memang benar tidak semua SMP dan SMA di Sidoarjo siap mengadakan unas pakai komputer. Masih banyak sekolah yang fasilitasnya terbatas. Masih banyak orang tua siswa yang belum bisa membeli laptop atau netbook untuk anaknya. Tapi kalau cuma 5 sekolah yang siap UNBK kok rasanya kebangetan. Cuma 2 persen saja. Sebanyak 98 persen sekolah di Sidoarjo tidak siap?

Belajar dari unas SMA pada awal April lalu, UNBK sebetulnya sangat mudah. Kendalanya cuma di perangkat keras komputer dan perangkat lunas. Ada satu sekolah (kalau tidak salah SMAN 1 Sidoarjo) yang kesulitan login. Tapi kendala itu bisa diatasi dengan cepat. Selanjutnya... lancar jaya!

Ujian berbasis komputer di Indonesia sebetulnya sudah sangat sangat terlambat. Baru dicoba tahun lalu dan tahun 2016 ini. Padahal benda sakti yang namanya komputer sudah dikenal orang Indonesia sejak 1980an. Tahun 1990an sebagian kantor sudah pakai komputer.

Tahun 2000an komputer menjadi mass product yang kian terjangkau harganya. Sejak 2010 komputer (PC) atau laptop sudah dianggap ketinggalan zaman. Orang muda lebih suka mengakses internet, mengetik tugas sekolah/kuliah dengan tablet atau smartphone.

Karena itu, kurang beralasan kalau UNBK di Sidoarjo hanya diikuti 5 sekolah menengah pertama. Berdasar pengamatan saya di 18 kecamatan yang ada, seharusnya yang bisa UNBK sekitar 100 hingga 150 sekolah. Lima sekolah untuk uji coba itu hanya cocok di luar Jawa macam NTT, Maluku, atau Papua yang penuh keterbatasan.

Mudah-mudahan Pak Mustain, kepala dinas pendidikan, lebih matang memersiapkan UNBK untuk tahun 2017. Sehingga 60-70 persen sekolah-sekolah di Sidoarjo bisa UNBK. Lebih bagus lagi kalau 80 persen.

No comments:

Post a Comment