26 March 2016

Ketemu buku misa Latin era 1960an

Beberapa hari lalu saya menemukan buku misa lama di lapak buku-buku bekas di Surabaya. Tahun terbit 1958. Saat itu ekaristi atau misa di seluruh dunia masih pakai bahasa Latin. Saya tak sempat mengalaminya. Pun tak pernah lihat bukunya.

Karena itu, gembira betul hati saya menemukan buku liturgi katolik yang bersejarah itu. Oh... ini to gaya misa tahun 1960an di Indonesia. Sejatinya sama saja dengan sekarang. Cuma beda bahasa.

Liturgi sekarang hanya menerjemahkan teks bahasa Latin itu. Yang paling berkesan buat saya adalah Exsultet untuk malam Paskah. Saya bandingkan dengan versi misa Vatikan di YouTube. Wow... cocok 100 persen kata-katanya dari awal sampai akhir.

Inilah bedanya versi Latin dengan Indonesia. Di sini versinya macam-macam. Yang di Puji Syukur agak beda dengan Mudah Bakti. Beda pula dengan Syukur kepada Bapa yang dulu dipakai di NTT khususnya Flores.

Kok bisa beda gitu? Bukankah teks aslinya sama-sama dari Vatikan? Ini juga menunjukkan bahwa bahasa Indonesia sangat tidak stabil. Terjemahan era 60an terasa kurang pas di tahun 2016. Beda dengan versi Inggris yang sangat mendekati versi Latin.

Apakah kita umat Katolik di Indonesia harus back to Latin mass? Tentu tidak. Sebaik-baiknya bahasa Latin masih lebih baik bahasa pribumi. Lagi pula siapa yang paham bahasa Latin yang dianggap bahasa mati itu?

Tapi setidaknya dengan memiliki buku lawas yang sangat langka ini, saya bisa mengikuti perjalanan liturgi katolik di Indonesia. Sekaligus bisa mengikuti misa di Vatikan via internet.

No comments:

Post a Comment