11 March 2016

Annisa Nur Rachmawati Bintang Voli Sidoarjo di Markas Kowal



Cedera berkepanjangan membuat cita-cita Annisa Nur Rachmawati menjadi pemain bola voli andalan tim nasional Indonesia tak kesampaian. Padahal jalan ke sana sudah sangat dekat. Gadis manis asli Sidoarjo ini berhasil membawa timnya merebut medali emas pada pekan olahraga pelajar nasional (popnas) di Riau, 2012.

Saat itu tim Jawa Timur yang dimotori Anis, sapaan akrab wanita yang mengaku hobi mencari pahala ini, melibas lawan-lawan tangguh dari provinsi lain. Penampilan gemilang Anis pun membuat ngiler banyak klub voli di Indonesia. Bintang Sparta VC Sidoarjo ini pun jadi rebutan. Jatim tentu saja tak ingin kehilangan atlet andalan yang sangat taktis di lapangan itu.

Tak lama kemudian Anis seolah hilang di kancah bola voli nasional. Padahal beberapa pemain asal Sidoarjo tengah berjaya di pentas nasional. Salah satunya Maya Kurnia Indri yang cakep itu. Ke mana gerangan Anis? "Sudah diterima di Kowal," kata Pak Kamal, pelatih Sparta yang berjasa memoles bakat Anis sejak bocah cilik.

Ya.. Tahun 2012 itu, selepas popnas di Riau, Annisa Nur Rachmawati resmi bergabung dengan TNI Angkatan Laut setelah menempuh pendidikan di Surabaya. Materi tes yang sering dianggap berat itu ternyata mudah dilalui Anis yang bintang voli itu. "Alhamdulillah, saya sekali tes masuk," kata perempuan bertinggi badan 170 sentimeter itu.

Sebagai kowal, pihak TNI AL tentu saja ingin agar Anis ikut mengharumkan nama korps Angkatan Laut itu lewat bola voli. Apalagi ada beberapa pemain muda jempolan yang juga sudah bergabung dengan kowal. Sayang, Anissa mengalami cedera ligamen yang sangat serius. Cedera yang mengakhiri karirnya di lapangan voli.

"Ligamen di lutut pecah. Sampai saat ini masih trauma buat latihan lagi," katanya. "Maka, sekarang saya pensiun karena cedera yang traumanya tidak berkesudahan. Sekarang saya mengabdi kepada negara..," begitu kata-kata Anis di salah satu akun media sosialnya.

Anis mulai tertarik menekuni bola voli sejak kelas 4 sekolah dasar di Sidoarjo. Dia bergabung dengan Sparta VC yang tempat latihannya di pojok selatan-barat alun-alun itu. Latihan fisik, teknik, dan taktik yang sangat keras tidak menyurutkan semangat Anis untuk berlatih. Pada 2006 Anis terpilih memperkuat tim Liga Remaja Kabupaten Sidoarjo.

"Kemampuan Anis itu bahkan menyamai kakak-kakaknya yang di SMP. Padahal dia masih anak SD," kata Pak Kamal, pelatih yang banyak mencetak pemain-pemain bola voli top dari Sidoarjo.

Sejak itulah Anis selalu masuk dalam tim utama bola voli putri Kabupaten Sidoarjo. Mereka nyaris tidak pernah kalah di berbagai kejuaraan tingkat Provinsi Jawa Timur. Sampai sekarang pun tim putra-putri Sidoarjo selalu memborong medali emas dalam pekan olahraga provinsi alias porprov.

"Saya ini sebetulnya ingin selalu bermain (di level tinggi). Tapi rupanya trauma yang saya alami ini belum bisa hilang," katanya.

Cedera memang momok paling menakutkan atlet-atlet profesional. Tapi cedera pula telah membuat Anis semakin larut untuk "mengabdi kepada negara" (kata-kata yang selalu dia ulang) lewat kowal.

Selamat mengabdi, Nis!

2 comments:

  1. Pemain bola voli yang cantik dan yahud itu Sabina Altynbekova dari Kazakhstan, bung. Coba google-en, tapi jangan ngiler ya ...hahahaha.

    ReplyDelete
  2. Hehe... sidoarjo ini banyak menyumbang pemain2 cantik utk tim nasional indonesia. Yang digandrungi penggemar voli itu maya kurnia. Sayang dia lagi istirahat krn cedera. Mbak sabina pancen ayu...

    ReplyDelete