05 January 2016

Kejutan! Lion Air dan Trans Nusa tidak terlambat



Ada dua maskapai penerbangan yang citranya kurang bagus di NTT: Lion Air dan Trans Nusa. Maskapai Lion Air paling banyak jadwalnya dari Bandara Juanda ke Bandara Eltari Kupang. Sedangkan Trans Nusa boleh dibilang perintis dan penguasa belasan rute di Nusa Tenggara Timur (NTT). Citra buruk itu karena kedua airline ini sangat doyan terlambat alias delayed.

"Delayed satu jam atau dua jam itu sih biasa," kata teman-teman asal NTT di Surabaya.

Saya pernah mengalami delayed Lion Air selama tiga jam di Bandara Juanda. Tahun lalu, 3 Januari 2016, delayed dua jam lebih di Kupang. Karena itu, kita tidak boleh percaya pada jadwal alias ETD yang tertera di tiket. Selalulah berasumsi pesawat telat mendarat di Kupang dua jam.

Kalau telat tiga jam lebih ya risiko tiket hangus. Sebab penerbangan antarkota di NTT tidak punya urusan dengan Surabaya-Kupang. "Kita harus berani berjudi Bung! Dan harus banyak berdoa agar tidak terlambat," kata Andreas asal NTT juga.

Saya pernah kalah judi satu kali. Pesawat dari Lembata terlambat sehingga tiket Lion Air Kupang-Surabaya hangus. Maklum, waktu itu saya belum cakap menyiasati jadwal penerbangan.

Nah, tahun ini saya harus angkat topi untuk Lion Air dan Trans Nusa. Saya yang sejak awal menyiapkan mental bahwa pesawat "sudah biasa terlambat" dibuat kaget karena ternyata Trans Nusa justru datang di Lembata lima menit sebelum jadwal pukul 10.00.

Wow, luar biasa! Saya seakan tidak percaya dengan ketepatan waktu maskapai milik pengusaha Tionghoa asal NTT itu. Maka, saya yang masih ngobrol di luar ruang tunggu Bandara Wunopitu pun pontang-panting berlari masuk agar tidak ketinggalan.

"Ternyata Trans Nusa bisa. Puji Tuhan," kata saya dalam hati. Bukan hanya Susi Air yang bisa karena pilot-pilotnya bule. Orang-orang kita pun bisa... kalau mau disiplin dan profesional.

Di Kupang, saya kembali mendengar obrolan calon penumpang Lion Air tujuan Surabaya. Temanya sama: track record Lion Air yang telatan. "Tapi, jangan lupa, cewek-cewek pramugarinya cakep-cakep, di bawah 21 tahun. Bisa buat cuci mata yang kabur," kata seorang pria asal Alor. Ketawa pun pecah.

Persis pukul 15.05, jadwal takeoff, Lion Air belum nongol di bandara di kawasan Penfui itu. Sabar sabar... Lion akan datang! Eh, lima menit kemudian sudah parkir di bandara terbesar di NTT itu. Lima atau enam pramugari cantik pun masuk ke waiting room untuk menggantikan teman-teman mereka.

Wow, kejutan! Kali ini Lion Air tidak terlambat terbang ke Surabaya. Selisihnya tidak sampai 30 menit dari jadwal yang dicetak di tiket. Pramugarinya pun kesan saya makin ramah, murah senyum, tak lagi menggerutu.

"Mas, anda duduk di dekat pintu darurat aja ya," pinta sang pramugari kurus langsing kepada saya.

Mudah-mudahan prestasi bagus ini bisa dipertahankan Lion Air, Trans Nusa, dan semua perusahaan penerbangan lain di Indonesia.

No comments:

Post a Comment