15 January 2016

Iman yang makin lemah

Renungan yang dianjurkan gereja hari ini sangat menggugah di era yang serba heboh ini. Cerita lama tentang warga mengusung orang lumpuh kepada Yesus di Kapernaum. Rumah sesak. Tak ada celah untuk membawa orang itu untuk disembuhkan.

Maka atap pun dijebol. Pasien itu diturunkan dari atas. Sebab mereka sangat percaya akan kuasa Tuhan. Mereka percaya si lumpuh itu pasti tahir. "Dosamu sudah diampuni," kata Yesus. Hadirin terkejut.

"Bangunlah... dan pulangkan ke rumahmu," seru Yesus. Orang itu pun sehat kembali.

Cerita Markus 12,1-12 ini sudah sangat klasik. Lawas poll. Apalagi bagi kami di Flores yang mayoritas katolik. Saking seiringnya dengar dan baca, lama-lama jadi biasa. Kemudian bosan. Malas. Ketika dibahas lagi oleh romo di gereja, kita jadi ngantuk. Walah. .. Sudah tau. Gak menarik.

Iman akan kuasa penyembuhan jadi meredup. Makin tua makin apatis. Makin banyak orang yang tidak ke gereja. Apalagi diajak ikut kegiatan-kegiatan di luar liturgi. "Saya cari uang dulu," kata seorang teman di kampung yang sudah lama absen ekaristi.

Tidak gampang memang menjaga kestabilan iman di kota besar yang sibuk. Tapi tanpa iman, kita akan kehilangan harapan. Iman sekecil biji sesawi pun bisa memindahkan gunung.

Hehehe... Artikelnya kok kayak khotbah? Salam damai!

No comments:

Post a Comment