30 January 2016

Hilangnya tulisan tangan

Tulisan tangan bakal hilang? Bisa jadi. Koran New York Post kemarin menulis: Many NYC students so tech-oriented they can't even sign their own names."

Para siswa di New York saking gandrung gawai, teknologi, tak punya waktu lagi untuk belajar menulis tangan. Mereka sih tetap menulis tapi pakai komputer, ponsel dan aneka gadget lain. Sampai menulis nama sendiri pakai bolpoin, pensil, pulpen dsb tidak bisa.

Kutipan selanjutnya :

Even the 11-year-old daughter of veteran Harlem legislator Herman "Denny" Farrell doesn't know how to sign her name.

"And she's smarter than me," Farrell said of his daughter, Prince, who attends a private school in Harlem. "They don't teach it. I'm going to go home now and teach her handwriting."

Hihihi.... Lucu juga berita dari Amerika ini. Anak-anak itu sejak bayi dididik dengan canggih. Langsung pakai komputer untuk mengenal ABC, tanda baca dsb. Mereka pun jadi lebih cerdas ketimbang ibu bapak, apalagi kakek nenek yang mengenal komputer secara bertahap. Kelemahan mereka ya satu itu: tidak bisa menulis tangan, hand writing.

Tentu saja kasus di Amerika ini sangat khusus. Tapi bisa jadi akan menjadi tren dalam sepuluh tahun atau 30 tahun ke depan. Di Indonesia pun sudah lama mahasiswa mencatat pakai laptop atau tablet. Lebih cepat, efisien dan pasti lebih mudah dibaca. Tulisan tangan anak sekarang jangan disamakan dengan tulisan miring oma opa yang artistik itu.

Hilangnya kemampuan menulis tangan ini sejatinya sudah terjadi di bahasa Mandarin. Khususnya di kalangan orang asing macam kita yang baru ingin tahu Zhongwen. Betapa sulitnya kalau harus menggores aksara Tionghoa itu. Apalagi yang tradisional. Aksara sederhana versi Beijing pun sulitnya minta ampun.

Tapi di komputer atau ponsel kita bisa dengan mudah memilih karakter-karakter yang ditawarkan. Saya sendiri mengenal kata-kata umum seperti wo hen hao... ni hao ma... nian gao... yinni ren... tapi sama sekali tidak bisa menulis hanzhi secara manual.

Maka bukan tidak mungkin sekian puluh tahun ke depan hand writing hanya sekadar jadi catatan sejarah peradaban manusia.




Dikirim dari ponsel cerdas Samsung Galaxy saya.

1 comment:

  1. Bung, sekedar info bahwa koran New York Post itu tabloid yang penuh sensasi. Kalau ingin mengikuti berita yang terkini lebih baik membaca New York Times, yg merupakan koran dengan sirkulasi nasional terbesar (walau seperti semua koran di USA sedang mengalami penurunan oplag).

    ReplyDelete