10 January 2016

Di Sela Rumput Hijau lagu seriosa



Mbah Greg, seniman yang pernah dibuang di Pulau Buru, ternyata suka menyanyikan lagu-lagu seriosa lawas. Meskipun suaranya pas-pasan, pelukis bernama lengkap Gregorius Suharsojo Gunito ini sangat menjiwai syair dan melodi seriosa yang memang bagus. Saya jadi teringat pelukis tua Mbah Bambang Thelo (almarhum) yang juga biasa bersenandung lagu-lagu seriosa.

Kok bisa ya lagu-lagu serius begitu sangat populer dan membekas di kalangan mbah-mbah jadul? "Rasanya lain bung! Beda dengan lagu-lagu pop sekarang yang terlalu cengeng," kata Mbah Greg di rumahnya Beringinbendo, Taman, Sidoarjo, yang tergenang air sejak pekan lalu.

Mbah Greg kemudian bercerita bahwa ketika masih sangat muda, belajar melukis, teater, drama, musik...di Balai Pemuda Surabaya, lagu-lagu seriosa ciptaan Maladi, Muchtar Embut, Cornel Simanjuntak, FA Warsono, Binsar Sitompul dsb sering dinyanyikan para seniman dan orang kebanyakan. Kebetulan majalah-majalah tahun 1960an dan 1970an sering memuat teks lagu-lagu seriosa lengkap dengan not angka, not balok, dan syair.

"Jadi, kami dulu memang dipaksa untuk belajar notasi. Kaset atau PH nggak ada. Itulah yang membuat saya bisa mengarang lagu selama berada di pembuangan (Pulau Buru)," kata mbah Greg yang akrab dengan komponis terkenal macam Subronto Kusumo Atmodjo dan Sudharnoto, sesama seniman Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra) itu.

Akhirnya, secara tak sengaja saya menemukan teks lagu Di Sela Rumput Hijau karangan R. Maladi di tumpukan majalah bekas. Majalah Minggu Pagi (MP edisi 25 Maret 1962. Luar biasa! Di masa itu redaksi majalah (dan koran) menyediakan ruang yang sangat luas untuk mempublikasikan lagu seriosa. Media massa tempo doeloe rupanya melakoni fungsi edukasi dan apresiasi kesenian.

Orang-orang lama macam Mbah Greg, Mbah Telo, Mbah Bete, atau Mbah Rijati biasa menggunting teks lagu itu untuk dipelajari. Dan disimpan bertahun-tahun hingga tutup usia. Itulah yang saya temui dari koleksi mbah Rijati almarhumah.

Bagi penggemar lagu seriosa, apalagi penyanyi klasik di Indonesia, Di Sela Rumput Hijau ini luar biasa populer. Melodinya indah, syairnya bagus, tidak terlalu sulit. Karena itu, biasa dipakai untuk mengenalkan musik seriosa Indonesia kepada para siswa pemula. Asyik banget!

Di YouTube pun sudah ada beberapa video lagu Di Sela Rumput Hijau yang dibawakan soprano senior Rose Pandanwangi dan Binu D. Sukaman. Kedua soprano ini pernah menjadi juara Bintang Radio dan Televisi pada masa lalu. Rekaman Binu D. Sukaman terasa lebih dahsyat dengan paduan suara sebagai backing vocal.

"Sayang, sekarang ini lagu-lagu seriosa sudah tidak ada lagi," kata mbah Greg.

2 comments:

  1. Gak nyangka artikel sederhana ini dijadikan bahan kajian oleh Sharifah Fauziah dari Kuala Lumpur untuk tesis PhD di Monas University Malaysia. Fauziah sangat intens mengkaji perkembangan lagu seriosa di Indonesia. Saya pun diwawancarai karena menulis cukup banyak artikel tentang seriosa hehehe...

    Ternyata artikel seriosa yang klik nya sedikit justru jadi bahan kajian doktoral di luar negeri. Salut untuk Sharifah.

    ReplyDelete
  2. Seriosa itu art song yang memiliki nilai seni tinggi. Wajar jika jenis lagu ini jadi bahan studi dan penelitian.

    ReplyDelete