06 December 2015

Selamat Musim Hujan! Selamat Advent!

Malam ini, Minggu 6 Desember 2015, cuaca di Surabaya dan Sidoarjo luar biasa menyenangkan. Segar dan sejuk. Hujan baru berhenti beberapa jam yang lalu, merata di berbagai kawasan.

Selamat jalan temperatur 39 hingga 41 derajat Celcius yang luar biasa menyiksa! Selamat datang musim hujan! Saya bisa pastikan musim hujan kali ini dimulai tanggal 5-6 Desember 2015 di Surabaya dan Sidoarjo. Besok, lusa, dst suhu mungkin masih panas, gerah, tapi percayalah hujan akan turun untuk memberi kesejukan. Memberi keseimbangan alam.

Bagi orang Katolik (Kristen umumnya), awal musim hujan ini secara kebetulan bersamaan dengan awal tahun liturgi. Alias Minggu Pertama Masa Adventus (biasa disebut juga Advent atau Adven). Masa persiapan untuk menyambut kelahiran Yesus Kristus pada hari Natal.

Di Jawa Timur, yang umat Nasraninya sedikit, apalagi Katolik, suasana Advent ini sama sekali tidak terasa. Masyarakat luas bahkan tidak tahu masa Advent dan segala pernak-perniknya. Suasana Advent hanya terasa ketika kita memasuki kompleks gereja-gereja Katolik dan mengikuti perayaan ekaristi. Lagu-lagu liturgi, ordinarium, lilin, dsb ditata secara khusus.

Saat masih anak-anak di pelosok Lembata, NTT, guru-guru SD selalu mengajak kami belajar membawakan lagu Gregorian khas masa Advent yang sulit tapi indah. Isinya tentang kerinduan manusia agar Tuhan menurunkan embun keadilan.

"Ya Surga, bukan pintumu... turunkanlah yang adil," begitu lagu Gregorian masa Advent yang sangat terkenal di NTT, khususnya Flores dan Lembata, versi buku Syukur Kepada Bapa (SKB) yang tak pernah saya lupakan.

Versi asli bahasa Latin: "Rorate caeli desuper... Et nubes pluant justum."

Di pelosok NTT yang curah hujannya rendah, musim kemarau berkepanjangan, lagu Rorate ini sering dipakai untuk sembahyang minta hujan. Syair "hujankanlah yang adil" atau "turunkanlah yang adil" sering dimaknai orang-orang kampung secara harfiah sebagai hujan beneran. Lalu orang mengaitkan kemarau panjang, hujan terlambat, karena dosa-dosa manusia.

Dan itu seperti beroleh pembenaran di bait pertama lagu Rorate itu tadi. "Janganlah murka ya Tuhan! Jangan selamanya Kau ingat dosa kami...," begitu antara lain syair di SKB yang masih saya ingat. Versi liturgi di Jawa agak lain dan cenderung lebih taat teks asli bahasa Latin.

Ya, musim hujan dan Advent Pertama sejatinya tidak ada hubungan sama sekali. Lebih-lebih tempo doeloe ketika musim hujan biasanya dimulai pada bulan Oktober. Sehingga Minggu I Advent adalah saat-saat ketika intensitas hujan sedang sangat tinggi. Tapi paling tidak awal musim hujan + Adventus ini menjadi momentum yang sangat tepat untuk refleksi, bertobat, dan mempersiapkan diri menantikan datangnya sang Emanuel.

Selamat musim hujan! Selamat Advent!

1 comment:

  1. Lagu advent favorit saya ialah O Come Immanuel.

    ReplyDelete