23 December 2015

Novena sambut natal di katedral

Natal datang lagi. Mampir ke katedral HKY, kebetulan ibu-ibu lagi misa novena untuk menyambut natal. Misa sembilan hari berturut-turut.

Luar biasa! Di kota sebesar Surabaya masih banyak umat yang sangat rajin novena. Sayang, saya sudah sangat terlambat. Boleh ikut misa tapi tidak boleh komuni. Itu pelajaran di sekolah dasar yang masih saya ingat.

"Kami memang selalu adakan novena rutin," ujar seorang ibu yang pakai kaos biru komunitas St Theresia Lisieux kepada saya. "Silakan kalau kamu mau gabung."

Ibu tionghoa ini mengaku mendapat banyak berkat setelah rajin misa dan berdoa di rumahnya. Dulu lebih asyik kerja cari duit duit duit. Setelah punya cucu, dia jadi berubah total. Makin dekat dengan Tuhan.

Di pinggir jalan raya, depan gereja, banyak polisi yang berjaga di posko keamanan. Anak-anak muda sibuk menata kursi, bikin hiasan natal dsb. "Apa kabar ber, lama gak ketemu," ujar Asep menjabat tangan saya. Kawan ini guru di Santa Maria.

Misa malam natal di katedral digelar tiga kali. Pukul 18.00, 21.00 dan 24.00. Artinya, sampai pukul 03.00 umat katolik tumplek di gereja antik di tengah kota itu. Ekaristi sesi pertama jam enam petang dipimpin Uskup Surabaya Mgr Sutikno Wisaksono. Sesi kedua Romo Fusi, sesi ketiga Romo Danny.

Menjelang Natal, selalu ada gairah ke gereja, membuka lagi buku nyanyian liturgi. Sayang, gairah ini tidak stabil. Selepas natal dan paskah, kegairahan itu sering gembos. Bahkan doa sebelum makan saja jarang dilakukan.

Selamat natal 2015!

4 comments:

  1. Bung Hurek, Selamat Hari Raya Natal dan Tahun Baru, Semoga Selalu Diberkahi Kedamaian.
    Baru tiba kembali dari Tiongkok. Istriku kangen sama anak2 dan cucu2. Yaah, Malam Kudus, manusia ingin berkumpul dengan Family sambil saling bertukaran hadiah.
    Di Tiongkok yang diputar selalu lagu Jingle Bells,
    Jingle Bells. Apakah orang China tidak kenal lagu Natal yang jauh lebih merdu, misalnya Adeste Fideles.
    Satu hal yang selalu mengusik benak saya sejak ber-tahun2, yalah membaca berita di Indonesia;
    setiap tahun menjelang Hari Natal dan Tahun Baru
    seluruh aparat keamanan dan polisi dikerahkan untuk berjaga-jaga. Mengapa harus begitu ?
    Khan anggota polisi yang beragama Nasrani juga ingin berkumpul dengan keluarganya.
    Kapankah rakyat kita mendusin, bahwa Hari Natal adalah hari kedamaian, bahkan pada hari2 tersebut,
    saya tidak mau cekcok dengan bojoku, hal yang sangat perkecualian.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe itu proyek rutin yang disebut operasi lilin. Situasi di indonesia khususnya jawa madura sumatera memang menuntut pengamanan dari kepolisian. Setidaknya biar orang merasa lebih aman. Lansia dan selamat pesiar.

      Delete
  2. Selamat Natal, Bung Bernie.

    ReplyDelete