07 December 2015

Chelsea yang Makin Rusak

Betapa membosankan Chelsea saat dipegang Jose Mourinho. Meski musim lalu jadi juara Liga Inggris, menangan meski tipis-tipis, permainan John Terry dan kawan-kawan sangat membosankan. Tidak heran penonton selalu berteriak "boring, boring, boriiiiiing!!!"

Jose Mourinho tak ambil pusing. Sejak dulu si mulut besar Mou ini tak peduli permainan yang cantik, enak, atraktif macam Barcelona atau AC Milan era 1980an. Bagi Mou, kemenangan adalah segalanya. Tak usah main cantik, banyak goreng, penguasaan bola tinggi, aksi-aksi individual yang ciamik.

Dan Moe selalu dapat justifikasi karena semua tim yang dipegangnya selalu sukses. Termasuk sukses merusak tiki-taka Barcelona dengan serangan balik yang dahsyat. Padahal, Barca yang ditukangi Pep Guardiola merupakan Barca terbaik sepanjang sejarah. Beda dengan Barca sekarang, yang meski masih super, masih kalah bagus daripada Barca Pep. Itu sih menurut saya.

Betapa boring-nya Chelsea membuat kejengkelan saya pun sampai di ubun-ubun. Saya pun berdoa agar Mou gagal juara musim 2015/16 ini. Syukur-syukur terlempar dari 4 besar! Bukankah penonton membutuhkan sepak bola atraktif untuk hiburan?

Rupanya kali ini doa saya terkabul. Bahkan, terkabulnya jauuuuh melebihi bayangan saya. Bukan apa-apa. Saya tak pernah membayangkan Chelsea FC yang sangat kaya-raya, dengan pemain-pemain kelas satu dunia itu berada di posisi papan bawah. Saat menulis catatan ini Chelsea duduk di posisi 14 (dari 20 klub) setelah dipermalukan Bournemouth di depan ribuan pendukungnya.

Padahal Bournemouth ini cuma klub ecek-ecek yang baru promosi ke Liga Inggris. Mungkin harga dua atau tiga pemain Chelsea setara dengan satu tim Ournemouth yang terdiri dari 11 pemain inti dan 5 cadangan.

Hehehe.... Saya pun tertawa sendiri melihat kekonyolan demi kekonyolan pemain Chelsea yang tak jelas kapan berakhir. Saya makin geli saat membaca media online bahwa Jose Mourinho hanya menargetikan posisi ke-6 di klasemen liga. Gila!

Sang juara bertahan, pernah juara Liga Champions, mandi uang, penuh pemain top internasional, cuma segitu targetnya. Benar-benar gak umum. Di mana-mana juara bertahan liga menargetkan juara Champions League dan sudah pasti mempertahankan gelar domestik. Inilah komedi hitam yang tengah dilakoni si Mou mulut besar itu.

Kompetisi masih lama. Pertandingan masih banyak sampai Mei 2016. Tapi, kalau melihat permainan Chelsea yang makin membosankan, kacau, ngawur, lupa cara memasukkan bola ke gawang, bukan tidak mungkin Mou akan merevisi lagi targetnya. Bukan lagi finish di posisi 6, tapi target lolos degradasi alias cukup di posisi 18.

Begitulah. Doa selalu memiliki kekuatan yang misterius. Doa-doa kita terkadang tidak (terasa) terkabul - dan kita pun menggerutu kepada Tuhan. Tapi, dalam kasus Chelsea ini, doa saya terkabul jauh di atas ekspektasi dan membuat saya malah takut sendiri. Takut jangan-jangan Chelsea hilang dari Premiere League. Kalau sampai itu terjadi, Liga Inggris kehilangan salah satu klub kuat yang pernah membelalakkan mata dunia sejak 2004.

No comments:

Post a Comment