13 November 2015

Jazzer tua yang makin berminyak

Menyaksikan Margie Segers di atas panggung, kita seakan lupa bahwa penyanyi jazz ini sudah berusia 65 tahun. Orangnya masih kurus, gesit, lincah, bergerak ke sana sini, bercanda dengan Benny Mustafa (drum) yang juga jazzer kawakan, 76 tahun.

Usai melakukan akrobat scat singing, bikin nada-nada tanpa makna, sarat improvisasi, Margie kasih kesempatan kepada Jeffrey Tahalele (bas) unjuk kebolehan. Lalu Tante Margie minum air putih sambil berjalan di atas bus stage milik Rene van Helsdingen.

"Apa kabar Sidoarjo? Kok gak semangat sih?" teriak Margie Segers membuat ratusan penonton bertepuk tangan riuh.

Malam itu, di halaman Gelora Delta, para jazzer kawakan menghibur penggemar musik di Sidoarjo. Gratis! Rene Helsdingen (piano) + pemilik bus stage + sopir bus, bersama teman-temannya jazzer senior Indonesia lagi tur keliling 23 kota di Jawa dan Bali. Suasananya santai tapi asyik. Khas pertunjukan jazz jalanan yang sangat bermutu.

Suara Margie Segers yang menghabiskan usianya untuk jazz ini tetap saja bening, tajam, dan pas. Tak ada nada-nada yang meleset atau salah bidik. Bandingkan dengan suara penyanyi muda, 20an tahun, sebelumnya yang serak setelah membawakan 5 atau 6 lagu. Resepnya apa?

"Dinikmati aja hidup ini. Jazz itu musik yang asyik untuk dinikmati. Ketemu teman-teman di sini membuat saya senang, tetap semangat," kata Margie yang aktif di musik jazz sejak 1974 ini.

Empat puluh tahun berkecimpung di jazz membuat virus jazz berurat berakar dalam jiwa Margie. Nada-nada yang keluar dari mulutnya pastilah blue note, khas jazz. Lagu apa pun yang dibawakan Margie pasti jadi jazz. Improvisasinya pun terasa wajar, tidak dibuat-buat. Inilah yang membuat Margie Segers selalu terlihat menonjol di berbagai konser jazz di tanah air.

Berbeda dengan musik pop, yang popularitasnya sangat dibatasi usia, biasanya kehilangan penggemar di atas 30 tahun, khususnya wanita, musisi jazz justru makin matang seiring bertambahnya usia. Makin tua makin jadi. Jarang ada penggemar jazz yang gandrung penyanyi 20an tahun yang baru belajar improvisasi, scat singing, sinkopasi, blue note, dsb. Itulah sebabnya, kehadiran Margie Segers, Rene van Helsdingen, Tahalele, Pattiselano, dan Benny Mustafa senantiasa ditunggu penggemar jazz di mana pun.

Salam jazz!

No comments:

Post a Comment