21 October 2015

Sisca - KLA Project, Penyanyi Rohani, KPK



"Ada enggak sesuatu untuk Pak Rio Capella?" tanya Sisca kepada bu Evy Susanti, istri pak Gatot, gubernur Sumatera Utara.

Singkat cerita, Patrice Rio Capella, sekjen DPP Partai Nasdem, akhirnya mendapat "sesuatu" senilai Rp 200 juta. Ternyata duit pelicin agar kasus Gatot-Evy bisa diatur Capello, apalagi jaksa agungnya sama-sama kader Nasdem, ini mengakhiri karir politik Rio. Dia ditangkap KPK. Lalu mundur sebagai pejabat Nasdem, lengser pula dari kursi DPR RI.

Saya jadi ingat Sisca, penyanyi lawas yang pernah saya kenal. Fransisca Insani Rahesti yang lulusan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang dulunya penyanyi latar KLA Project. Dia melejit bersama Katon, Lilo, Adi berkat single yang sangat hit saat itu Tentang Kita. Anak muda mana yang pada 1990an tidak kenal KLA Project, Tentang Kita, dan lagu-lagu puitis ciptaan Katon Bagaskara?

Ketika masih SD dan SMP, Fransisca Insani Rahesti bahkan pernah jadi cover girl mingguan Hidup, majalah Katolik yang sangat populer sampai hari ini. Saya masih ingat tulisan tentang kiprah Sisca dan muda-mudi Katolik (mudika) di Jakarta yang begitu hebat, sering menang, dalam lomba vocal group. Maklum, mereka punya penyanyi bagus macam Katon, Sisca, dan Lilo.

Tapi karir Sisca di industri musik tidak terlalu mentereng. KLA terus melejit, sementara Sisca hanya sesekali saja diajak jadi penyanyi latar kalau ada konser. Sisca kemudian tenggelam dalam karirnya di luar industri musik. Akhirnya tenggelam namanya.

Tapi sebetulnya Sisca tidak berhenti total sebagai penyanyi. Saya perhatikan dia beberapa kali membuat rekaman lagu-lagu rohani Katolik, khususnya yang bertema Bunda Maria. Suaranya enak, penghayatannya bagus, syahdu. Apalagi lagu-lagunya diambil dari Puji Syukur dan Madah Bakti.

Ada sebuah tembang rohani yang dinyanyikan Sisca yang bikin orang Katolik menitikkan air mata saat mengenang janji suci pernikahan di altar. "Bapa yang di surga.. kami berdua... bersujud di depanMu.. di altar mulia. Saling mengucap kata berserah setia...."

Siapkan tisu atau sapu tangan karena biasanya umat Katolik, khususnya keluarga pengantin, berkaca-kaca saat mendengar lagu ini. Selalu dinyanyikan paduan suara saat acara sungkeman kepada orang tua dan mertua! Dan lagu bagus ini dipopulerkan lebih luas (sebelumnya sih sudah populer) oleh Fransisca Insani Rahesti.

Maka, ketika melihat televisi kemarin, berita tentang Sisca diperiksa KPK, saya hanya bisa ngelus dada. Jadi ingat lagu rohani berjudul Berkatilah yang luar biasa indah dan menyentuh itu. Apa gak salah? Apa Sisca KLA? Fransisca Insani yang dulu sering masuk majalah rohani?

Setelah membaca koran pagi, ya gak salah. Memang dia Sisca eks penyanyi latar KLA Project, penyanyi rohani Katolik (Ave Ave Ave Maria...), lulusan FH Universitas Brawijaya. Rupanya dia jadi penghubung Rio Capello dengan gubernur Sumut dan istrinya. Sisca katanya magang di kantor pengacara OC Kaligis.

Wah wah wah... Begitulah lakon hidup sang biduan lawas yang ternyata mencoba peruntungan jadi makelar kasus. Mbak Sisca pun muncul lagi di televisi, tapi bukan lagi karena suaranya yang bening bersama KLA, atau tembang-tembang rohani liturgis, tapi malah berurusan dengan KPK.
Semoga mbak Sisca tetap bernyanyi, memuji Tuhan dalam suka dan duka, untung dan malang...

5 comments:

  1. kak sisca ini angkatannya di Unibraw sonde terlalu jauh dgn beta pung kaka. Beta pung kaka dulu sering cerita soal dia. Begini memang nasib para advokat magang.

    ReplyDelete
  2. Sisca dimanfaatkan OC Kaligis utk menghubungi Rio Capello karena pak Rio dan sisca teman kuliah di UB Malang dulu. berarti Sisca ini korbannya Kaligis.

    ReplyDelete
  3. Betul... mafia hukum melakukan kaderisasi lewat advokat2 magang. maka jangan harap dunia hukum dan peradilan kita bersih karena advokat2 magang sudah diajari bahwa hukum di Indonesia itu harus main uang. segala sesuatunya bisa dibeli. akhirnya kita jadi tahu bagaimana permainan OC Kaligis yg selama ini berlagak sebagai advokat yg idealis.

    ReplyDelete
  4. Puji Tuhan smua sudah berlalu dan sisca hanya sebatas saksi saja dalam kasus ini

    ReplyDelete