09 October 2015

Selamat jalan Mas Soekris Teknisi Aviastar!



Umat Katolik Paroki Santa Maria Annuntiata Sidoarjo, khususnya yang tinggal di kawasan Tanggulangin, berdukacita. Kemarin mereka mengantar jenazah almarhum mas Hendrikus Soekris Winarto ke tempat peristirahatan terakhir di Delta Praloyo Asri, Lingkar Timur, Sidoarjo.

Mbak Yustina, istri almarhum, sesenggukan sembari memeluk Bryan Pratama, putra semata wayang yang ditinggalkan sang suami tercinta. "Tuhan berikanlah istirahat abadi dan tenang...," begitu petikan 'lagu wajib' kematian yang dilantunkan umat dari Lingkungan Tanggulangin.

Hendrikus Soekris Winarto, tak lain teknisi pesawat Aviastar yang jatuh di Gunung Pajaja, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Sejak lama mas Soekris dikenal sebagai orang udara yang "suka terbang". Kehidupannya memang lebih banyak di udara sejak bekerja di Merpati, kemudian pindah ke Aviastar.

"Mas Soekris selalu pulang ke rumah dua minggu sekali, tapi kemudian terbang lagi. Wong panggilan hidupnya memang di dunia penerbangan," kata mbak Yustina yang sangat memahami profesi sang suami.

Sebagai pahlawan, setidaknya untuk keluarganya, mas Soekris yang tinggal di Citra Tamansari, Desa Boro, Tanggulangin, ini mengakhiri hidup dalam tugasnya. Bersama 9 awak dan penumpang lain yang sama-sama tewas di dalam pesawat kecil Aviastar itu.

General Manager Aviastar Slamet Supriyanto mengatakan, Hendrikus Soekris Winarto sudah bekerja di Aviastar selama 16 bulan. Belum terlalu lama. Tapi almarhum dikenal ulet, berdedikasi, dan banyak memberikan masukan untuk kemajuan maskapai Aviastar. "Orangnya sangat disiplin," kata Pak GM.

Selamat jalan mas Soekris! Resquescat in pace (RIP).

No comments:

Post a Comment