19 October 2015

Neymar bicara bahasa Inggris?

Orang Amerika (USA) suka orang Indonesia yang fasih berbahasa Inggris. Tapi orang USA ternyata kurang suka kita, orang Indonesia, sangat doyan mencampur bahasa Indonesia dan bahasa Inggris ketika berbahasa Indonesia.

Bridget Ginty, orang Amerika tulen, lulusan George Washington University, mengaku geli membaca berita-berita di surat kabar kita yang suka menyelipkan kata, frase, atau kalimat bahasa Inggris. Seakan-akan kata HAPPY itu tidak punya padanan. Atau istilah FULL AC yang bikin dia geli.

Orang Indonesia selalu mengeja AC dengan pelafalan Belanda: A-SE, bukan A-CE (bahasa Indonesia), atau EI-SI (Inggris). Padahal AC itu singkatan bahasa Inggris: air conditioner. Mengapa tidak pakai istilah penyejuk ruangan? Atau istilah lain dalam bahasa Indonesia yang lebih sederhana?

"Kalau ada ruangan full AC, apakah ada ruangan yang setengah AC," kata Bridget Giny, yang jadi relawan guru bahasa Inggris di Bojonegoro itu.

Sejak satu tahun lalu Bridget Ginty dikirim pemerintah USA untuk mengajar bahasa Inggris di Bojonegoro. Sebelumnya dia bertugas di Spanyol untuk misi yang sama. Dia mengeluh karena waktu yang disediakan oleh sekolahnya hanya dua jam seminggu. Padahal, para pelajar di Indonesia sangat membutuhkan percakapan yang intensif dengan penutur asing seperti dirinya.

"Kemungkinan saya akan ke Flores (setelah selesai kontrak 2 tahun di Bojonegoro)," kata gadis yang lahir 13 Juni 1989 di Exceter, New Hampshire, Amerika Serikat, ini.

Saya pun membaca koran pagi ini, halaman Total Football (bahasa Inggris pula). Barcelona menang 5-2 atas Rayo Vallecano. Penyerang Neymar yang asli Brasil itu mencetak 4 gol. Luar biasa! Di koran berbahasa Indonesia itu, si Neymar berkata, "I'am very very happy... dengan kemenangan ini."

Hehehe... Kena banget kritikan Bridget Ginty sang guru bahasa Inggris asli Amerika itu. Saya geli sendiri karena setahu saya Neymar tidak bisa berbahasa Inggris. Dia jelas bicara dalam bahasa Spanyol (atau Portugis) kemudian ditulis wartawan dalam bahasa Inggris. Nah, berita dalam bahasa Inggris itu kemudian diterjemahkan oleh wartawan Indonesia, tapi sengaja dibiarkan beberapa kata Inggris sebagai penyedap rasa.

Jadinya ya bahasa gado-gado Indonesia-Inggris yang kini merajalela di tanah air.

No comments:

Post a Comment