17 October 2015

Indonesia Sungguh Indah Permai - Lagu Jazzy nan Indah




Asyik banget menikmati suasana malam di sebuah kafe kecil di Sidoarjo. Jadul abisss! Diiringi organ tunggal, pengunjung, yang hampir semuanya wong lawas, seakan berlomba menyanyikan lagu-lagu pop lawas.

Suara mereka gak kalah sama penyanyi-penyanyi baru di televisi. Apalagi penyanyi-penyanyi dangdut koplo yang sebagian fals itu. Pak Putut yang marinir paling jago membawakan lagu-lagu Broery. "Di alam nyata apa yang terjadi... Buah semangka berdaun sirih... Aku begini engkau begitu... Sama saja."

Enak banget gaya Pak Putut yang bikin kita kerasan nongkrong sembari menghirup kopi pahit buatan pabrik besar di Taman, Sidoarjo. "Beliau pernah jadi juara lomba lagu-lagu Broery di Surabaya. Beliau hafal hampir semua lagu Broery," kata mas Aje pemilik kafe di pinggir jalan raya itu.

Ada lagi seorang tante yang enak sekali menyanyikan "Tiada seindah kini... duduk berdampingan... menyentuh hati dengan wajah kasih". Lagu ini ibarat lagu wajib resepsi mantenan di Surabaya dan Sidoarjo. Bisik-bisik, katanya sih tante itu istri simpanan om yang duduk di pojok.

"Sepanjang kita masih terus begini. Tak kan pernah ada damai bersenandung...," lagu lawas karya Pance Pondaag ini dibawakan Pak Totok. Pimpinan orkes keroncong di Siring, yang rumahnya ditenggelamkan lumpur Lapindo, ini ternyata asyik juga membawakan lagu pop manis. Senyumnya juga lebar karena baru terima duit ganti rugi dari pemerintah.

Lagu yang rada gak umum dibawakan seorang pengunjung yang belum saya kenal. Laki-laki 40an tahun ini membawakan pop jazz. "Kala suara menghilang...," lagu hit Utha Likumahuwa tahun 1980an. Disusul "Indonesia Sungguh Indah Permai...."

Wow, lagu lama yang benar-benar jazzy, mas pengiringnya juga mampu menghadirkan swing, rasa jazz kental, malam itu. Saya jadi ingat teman saya di kampus dulu yang memang gitaris band jazz lokal. Mas Bambang sering banget memainkan lagu ini di kos-kosan, selain "Buat Kamu" dan lagu-lagu Emerald Band dengan vokalis Ricky Jo (almarhum) yang terkenal dengan Salam Olahraga di RCTI saat memandu siaran langsung balbalan itu.

Indonesia Sungguh Indah Permai, lagu pop jazz ini, diciptakan Janner Sinaga. Saat itu Pak Sinaga pejabat kementerian penerangan yang antara lain mengurusi media massa di Indonesia. Sebagai pejabat Orde Baru, Janner Sinaga bertugas mengamankan kebijakan Menteri Penerangan Harmoko soal SIUPP, penertiban wartawan, pembatasan halaman koran, pembatasan iklan, dsb.

Tapi, di sisi lain, Janner Sinaga seorang komposer, pianis yang bagus. Indonesia Sungguh Indah Permai bahkan menjadi lagu resmi RCTI, satu-satunya televisi swasta masa itu, saat mengakhiri siarannya. Nuansanya mirip Rayuan Pulau Kelapa yang dipakai TVRI, televisi negara.

Suasana santai, swing, asyik... sangat terasa di lagu Indonesia Sungguh Indah Permai ketika dibawakan Harvey Malaiholo, vokalis jempolan era 1980an dan 1990an. Harvey selain jago lagu-lagu festival, yang jarak nadanya lebar, juga piawai membawakan lagu-lagu jazz, khususnya bosanova. Lagu ini benar-benar melekat di hati saya karena nyantai dan sangat unik.

Belakangan Pak Wiranto, mantan panglima TNI, pendiri Partai Hanura, juga bikin rekaman lagu-lagu bernuansa perjuangan. Lagu Indonesia Sungguh Indah Permai jadi andalan Pak Wiranto. Suaranya enak juga! Bahkan, saya pernah menyaksikan Pak Wiranto tampil di Hotel Shangri-La Surabaya membawakan Indonesia Sungguh Indah Permai diiringi Surabaya Symphony Orchestra pimpinan Solomon Tong. Asyik!

Malam kian larut. Saya pun pulang sembari bersenandung Indonesia Sungguh Indah Permai di jalanan. Sekaligus melupakan dulu ribuan pengungsi di Singkil Aceh, bencana asap yang sulit diatasi, hingga rupiah yang mungkin tak akan pernah kembali ke Rp 10.000.

"Indonesia sungguh indah permai
Pemandangan alam indah santai
Pohon nyiur pun melambai-lambai
menyanyikan lagu-lagu pantai

Lautan biru membuai-buai
diiringi angin sejuk sepoi
Gunung biru tenang penuh damai
Indonesia sungguh indah permai

Rahmat Tuhan sungguh mahamurah
kepada bangsaku Indonesia
Tanah subur dan alamnya pun kaya
Inilah pusaka bangsa kita

Indonesia sungguh indah permai
keindahanmu menawan hati
Aku sungguh cinta kepadamu
Tanah airku, Indonesia!"

No comments:

Post a Comment