17 September 2015

Seorang jamaah calon haji

Begitu antara lain berita siang ini di Metro TV. Seorang jamaah calon haji.

Atau: seorang calon jamaah haji?

Beda dengan bahasa Inggris (dan bahasa-bahasa Barat) yang mapan, bahasa Indonesia memang masih sangat labil. Pakar bahasa, praktisi media, editor, penulis, sastrawan... belum bersepakat: calon jamaah haji atau jamaah calon haji?

Jamaah atau jemaah? Jemaah atau jemaat? Mengapa jemaat justru selalu dipakai di lingkungan kristiani? Sedangkan jamaah dipakai di kalangan muslim? Padahal kata ini sama-sama diserap dari kata bahasa Arab yang sama. Aturan transliterasi bahasa Arab yang baku bagaimana?

Jika ditanya orang Amerika, Belanda, Inggris, Spanyol, Jerman, Tiongkok... tentang jamaah, jemaah, jemaat, kita menjawab apa?

Sulit nian bagi bahasa yang tak punya pakem mau dipaksakan jadi bahasa internasional. Selain kota katanya yang memang miskin. Sebagian katanya justru serapan dari bahasa-bahasa asing dan bahasa daerah.

Saya selalu terganggu setiap kali mendengar "seorang jamaah calon haji" di televisi. Seorang + jamaah.

Setahu saya, yang namanya jamaah atau jemaah atau jemaat itu jamak. Lebih dari satu orang. Kok satu orang dibilang jamaah? Mengapa tidak dipakai saja seorang calon haji?

Bagaimana kalau si calon haji itu sudah pernah naik haji? Tapi naik haji lagi yang kesekian tahun ini? Apakah dia disebut juga calon haji? Sudah haji kok masih disebut calon haji?

1 comment:

  1. Itu karena bukan salah bahasanya Oom, tapi salah orangnya yang tidak disiplin dalam berbahasa. Orang yang tidak berpikiran logis memang banyak di Indonesia karena memang di sekolah hanya diajari manut kepada bapa ibu guru saja.

    Apakah itu jemaah atau jemaat, tidak masalah. Kalau dalam lingkungan gereja, gunakan jemaat. Dalam lingkungan masjid (atau mesjid) gunakan jemaah. Jemaah atau jamaah? Nah, dalam bahasa Arabnya sendiri, kemungkinan justru jmaah, jadi tidak ada vokalnya. Misalnya nama presiden Amerika, yang juga berasal dari Bahasa Arab, ditulis sbg Barrack, padahal bisa juga Barak, nah lo. Nama tengahnya: Husein, tetapi juga bisa Husin, Hussein, Hussain, Usain, semua dalam Bahasa Arabnya sama.

    Tentu yang paling benar ialah calon atau bakal ANGGOTA jemaah haji. Kalau sudah haji, dan mau naik haji lagi, bgmn? Rupanya perlu diperkenalkan istilah baru. Orang yang naik gunung disebut pendaki gunung. Maka bagaimana kalau orang yang naik haji disebut pendaki haji? Atau penaik haji?

    ReplyDelete