11 September 2015

Sayang, Richie Sambora sudah cabut!

Sayang, Richie Sambora tidak ikut tampil bersama Bon Jovi di Jakarta. Sayang, saya pun sudah lama tak lagi gandrung musik rock yang keras ala Bon Jovi. Maka, saya hanya bisa tersenyum, bangga, dengan band lawas yang dulu pernah saya sukai.

Tersenyum, sekaligus kagum, karena band lawas asal USA ini ternyata masih keliling dunia untuk world concert tour. Saya baca di koran, tiket sebanyak 40 ribu ludes alias sold out. Luar biasa! Bon Jovi gak ada matinya meskipun mr Jon Bon Jovi sudah tua dan tidak ganteng lagi.

Dulu, ketika mahasiswa, saya ikut tertular virus Bon Jovi dari teman satu kos. Bambang asal Ponorogo ini seorang gitaris terkenal di kampus. Dia ikut beberapa band sekaligus: aliran hard rock, jazz, pop, hingga metal. Lagu-lagu Bon Jovi sering diputar ulang-ulang (dari kaset, belum ada CD, apalagi musik digital) agar bisa hafal chord-chord musiknya.

Luar biasa mas Bambang ini. Dasar pemusik berbakat, dalam tempo singkat dia bisa memainkan musik Bon Jovi, Deep Purple, Stones, Van Hallen... seperti aslinya. Kayak copy-paste aja. Sejak itulah saya yang tidak punya dasar-dasar musik rock ikut arus yang berkembang saat itu. Aneh kalau mahasiswa di kawasan kampus tidak suka rock.

Apalagi di tetangga sebelah ada markas La Villa, band rock lokal yang sangat kondang saat itu. Vokalisnya tak lain Anang, anggota parlemen, mantan suami Kris Dayanti, yang sangat terkenal itu. Anang ini sangat fasih membawakan lagu-lagu Bon Jovi. Gitarisnya Richard, kalau gak salah.

Sudah lama saya menganggap Bon Jovi ini sudah habis. Apalagi Richie Sambora, yang dulu posternya saya pasang di kamar kos, sudah keluar. Beberapa kali saya baca berita tentang Jon yang agak negatif. Maka kaget juga ketika mengetahui bahwa Bon Jovi masih manggung keliling dunia, menemui penggemarnya di Jakarta, dan tiket ludes. Mahal pula.

Kayaknya Bon Jovi ini sudah 30 tahun lebih manggung keliling dunia, masih produktif, penggemarnya sudah tiga generasi. Bandingkan dengan band-band kita yang belum genap lima tahun sudah bubar. Industri pop ternyata bisa menghidupi seniman-seniman musik macam Jon Bon Jovi sampai lanjut usia.

Kalau mau, sebetulnya saya bisa saja menonton konser Bon Jovi di Jakarta malam ini. Bisa dengan membeli di jalur calo atau berbekal kartu pers. Sayang, saya sudah lama kehilangan selera terhadap Bon Jovi dan sejenisnya. Makin tua makin sulit bagi saya untuk menikmati musik industri yang memang rukun imannya adalah how to make money!

Toh, saya ikut senang melihat Bon Jovi masih dielu-elukan oleh ribuan orang Indonesia justru setelah usia emasnya. Justru setelah Richie Sambora tidak lagi main! Justru setelah Jon sudah kakek-kakek!

Dirgahayu Bon Jovi!

No comments:

Post a Comment