26 September 2015

Paus Frans Tolak Hukuman Mati di USA

Cukup menakjubkan! Paus Fransiskus disambut hangat pemerintah dan rakyat Amerika Serikat yang sekuler itu. Sekitar 10 ribu orang mengelu-elukan pemimpin Gereja Katolik asal Argentina itu. Sri Paus seperti dikutip CNN menyapa rakyat USA dengan senyum khasnya.

Di Indonesia hampir tidak ada media yang meliput kunjungan Paus Frans ke Kuba dan USA. Apalagi membahas secara mendalam isu-isu khas Vatikan yang menolak aborsi, menolak hukuman mati, dsb. Media-media internasional justru meliput kunjungan Paus Frans dengan sangat mendalam.

Banyak isu yang diangkat Bapa Suci di Amerika Serikat. Salah satunya hukuman mati. Seperti Indonesia, USA masih menerapkan hukuman mati untuk kejahatan-kejahatan tertentu. Sikap Vatikan masih sama: hapus hukuman mati! Sebab manusia tidak punya kuasa untuk mencabut nyawa sesama manusia. Paus-Paus sebelumnya juga bersikap sama. Bahkan, Paus Yohanes Paulus 2 meminta agar Ali Agca yang menembak dirinya tidak dieksekusi mati.

Nah, saat membaca sekilas laman CNN, di Metro TV ada diskusi tentang hukuman mati untuk bandar narkoba. Empat pembicara sepakat hukuman mati perlu dijalankan agar ada efek jera. "Sebab negara kita sedang darurat narkoba. Lebih cepat dieksekusi lebih baik," kata seorang pengamat yang bekas hakim.

Dua minggu lalu, seorang warga Belanda dijatuhi hukuman mati di Pengadilan Negeri Surabaya. Aktivis antinarkoba bukan main senangnya. Mereka meminta agar bandar-bandar lain pun disukabumikan saja karena terbukti merusak generasi muda. Tidak ada satu orang pun yang menentang vonis mati itu.

Begitulah. Betapa kontras Indonesia dengan Vatikan untuk masalah hukuman mati ini. Indonesia terkesan merayakan eksekusi mati penjahat-penjahat narkoba, Vatikan malah aktif mengajak negara-negara di dunia untuk menghapus hukuman mati. Ndak ketemu!

Masih lumayan Komnas HAM juga konsisten menyerukan penghapusan hukuman mati di Indonesia. Tapi, seperti biasa, suara Komnas HAM ibarat orang berteriak-teriak sendiri di padang pasir yang panas. Mas Jokowi, kepala negara kita, justru ingin semua warga binaan (narapidana) yang putusannya sudah final segera diselesaikan. Kecuali mbak Mary Jane dari Filipina itu.

Jangankan Indonesia yang bangsa muslim, kunjungan dan seruan Paus Frans di USA pun tak akan mengubah sikap USA terkait hukuman mati.

No comments:

Post a Comment