11 July 2015

Universitas Jenggala Sidoarjo Hijrah ke Sumatera



Kalau melintas ke kawasan Sekardangan, Sidoarjo, ada kampus Universitas Jenggala alias Unggala yang lumayan megah. Tapi sudah lama tidak ada kegiatan perkuliahan di itu. Kampus Unggala kini malah lebih dikenal sebagai kompleks SMA Unggala Sidoarjo.

Universitas Jenggala ke mana? Bukankah itu kampus yang pernah terkenal di Sidoarjo? "Unggala sudah lama buyar. Nggak ada kuliah lagi. Yayasan cuma pertahankan SMA Unggala saja," kata Mulyono, alumnus Unggala yang asli Sidoarjo.

Unggala buyar? Tutup? Atau dijual? Kalau dijual, harganya berapa?

Saya pikir, Unggala diambil alih yayasan lain untuk dijadikan universitas dengan nama baru. Mekanisme alih kelola (take over) ini memang harus dilakukan karena kementerian pendidikan dan kebudayaan sudah lama melarang pendirian universitas baru di Indonesia.

Sistem alih kelola inilah yang membuat di Surabaya bisa muncul Universitas Ciputra dan Universitas Pelita Harapan. Kedua perguruan tinggi swasta itu bisa dipastikan menggunakan izin lama milik perguruan tinggi swasta yang (biasanya) kurang laku. Lalu ganti nama. Mirip alih kelola klub sepak bola di Indonesia.

Saya bertanya ke beberapa warga di depan kampus Unggala Sidoarjo. Tidak ada jawaban memuaskan. Mereka tidak tahu, dan tidak mau tahu, urusan Unggala. Apa lagi soal alih kelola yang memang sedikit rahasia itu. Syukurlah, saat ini kita punya Mbah Google yang siap menjawab kita punya pertanyaan. Termasuk nasib Unggala Sidoarjo. (Bayangkan, Google lebih tahun daripada orang-orang di dekat kampus Unggala.)

Dari Google, akhirnya tahulah saya bahwa Unggala Sidoarjo diambil alih oleh Yayasan Pendidikan Islam Bende Seguguk Kayuagung di Kabupaten Ogen Kumering Ilir, Sumatera Selatan. Yayasan milik Muhammadiyah setempat itu ingin membangun perguruan tinggi bermutu di Ogen Kumering Ilir dengan dukungan pemerintah kabupaten setempat.

Sesuai aturan kementerian pendidikan, yayasan itu melakukan survei ke beberapa perguruan tinggi di Pulau Jawa. Mendekati kampus-kampus yang sepi mahasiswa alias senen-kemis hidupnya. Yayasan Unggala Sidoarjo akhirnya bersedia bekerja sama dengan yayasan Muhammadiyah dari Sumsel tersebut.

"Yayasan Bende Seguguk Kayuagung sepakat untuk bekerja sama dengan Yayasan Universitas Jenggala Sidoarjo mengadakan perjanjian alih kelola, perubahan nama, dan pindah lokasi dari Universitas Jenggala Sidoarjo Jawa Timur menjadi Universitas Islam Ogan Kumering Ilir (Uniski), Kayuagung. Melalui Yayasan Pendidikan Islam Bende Seguguk Kayuagung ini, maka berdirilah Universitas Islam OKI (Uniski) Kayuagung," tulis lama resmi Uniski Kayuagung, Sumatera Selatan.

Akhirnya, izin penyelenggaraan Uniski (alias eks Unggala Sidoarjo) diterbitkan menteri pendidikan nasional melalui surat keputusan nomor 148/D/O/2007 tanggal 7 Agustus 2007. Universitas Islam OKI (Uniski) Kayuagung memiliki 4 fakultas: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Hukum, Fakultas Perikanan, dan Fakultas Teknik.

Dengan demikian, terhitung mulai 7 Agustus 2007 tidak ada lagi Universitas Jenggala alias Unggala di Sidoarjo. Unggala sudah hijrah nun jauh ke Sumatera Selatan menjadi universitas baru yang diberi nama Uniski Kayuagung milik perguruan Muhammadiyah Ogan Kumering Ilir.

Semoga Uniski bisa berkembang menjadi universitas yang maju dan menghasilkan para alumni yang berguna untuk bangsa dan negara. Bukan universitas yang cuma menerima mahasiswa-mahasiswa tua, karyawan, PNS, polisi, tentara, dan orang-orang yang hanya membutuhkan ijazah sarjana untuk kenaikan pangkat, karir, dan gengsi -- seperti image Unggala di Sidoarjo dulu.

3 comments:

  1. kampus2 yg lemah dan gak punya mahasiswa memang sebaiknya dijual kepada yayasan yg mau membina perguruan tinggi dengan sungguh2.

    ReplyDelete
  2. oh, unggala itu kalo gak salah deket rumah budaya pecantingan, dekat pengadilan agama sidoarjo... dari dulu memang jarang kelihatan ada orang kuliah. murid2 sma yg banyak.

    ReplyDelete
  3. cam ko haaaa.....universitas sumatra

    ReplyDelete