03 July 2015

Puasa gadget lebih berat

Puasa makan dan minum itu sangat berat... buat yang belum biasa. Tapi bisa dibayangkan puasa gadget?

Orang-orang modern rasanya sulit hidup tanpa gadget di dekatnya. Di toilet pun, maaf, banyak orang masih asyik main gadget untuk update status, berceloteh, unggah apa saja dsb dsb. Dunia seakan runtuh tanpa gadget.

Makin sering eksis di media sosial, punya banyak teman, follower, banyak komen sepertinya terbang ke langit ketujuh. Saya perhatikan di komunitas forum Sidoarjo ada member yang aktifnya luar biasa. Ada-ada saja foto, pesan, dan makanan buatannya yang muncul di komunitas itu.

Di bulan puasa ini malah lebih aktif lagi. Sebab, puasa Ramadan memang tidak termasuk puasa gadget. "Saya perbanyak pesan-pesan islami sesuai suasana bulan suci," kata mbak yang cantik itu.

Gak puasa gadget sekalian? "Hah, puasa gadget? Bisnis saya kan mengandalkan gadget. Kalau puasa gadget ya bisnis saya gak jalan," kata mbak D itu.

Bisa dimengerti. Mbak D cukup sukses dengan bisnis kuliner berkat sosialisasi dan promosi yang sangat kencang di media sosial. Orderannya menumpuk via media sosial. Boleh dikata gadget-nya menyala 24 jam.

Tapi ada juga teman yang berhasil puasa gadget selama satu bulan. Mbak M ini sengaja mematikan semua gadget-nya dan hanya mengandalkan ponsel lawas untuk menelepon dan SMS. Tak ada ping. Tak ada jalur ke internet. "Saya hanya lihat e-mail sekali-sekali lewat komputer kantor," katanya.

Awalnya sih berat. Tapi lama-lama ya biasa juga menjalani puasa gadget selama satu bulan. Banyak hal yang bisa dia kerjakan saat puasa gadget itu. Salah satunya adalah membaca buku. "Waktu masih gila gadget, saya jarang baca buku. Baca buku sebentar, ping, konsentrasi hilang. Bukunya ditinggal," katanya lalu tertawa.

Setelah puasa gadget 40 hari, prapaskah itu, mbak M aktif lagi dengan gadget-nya. Tapi tidak segencar dulu. Saya perhatikan dalam seminggu belum tentu ada update isu baru. Padahal, dulu, sehari bisa 5 kali si M ini mengunggah apa saja untuk ditanggapi teman-temannya.

Puasa gadget di Jawa, khususnya kota-kota yang jaringan selulernya sempurna, memang sangat tidak mudah. Puasa gadget justru sangat mudah dilakukan di pedalaman NTT yang fasilitasnya serba minim. Gadget secanggih apa pun jadi benda yang tak ada gunanya di kampung saya itu karena... tidak ada sinyal seluler.

Obrolan ngalor ngidul ala dunia maya pun hilang. Itulah puasa gadget yang paling sempurna di dunia.

No comments:

Post a Comment