09 July 2015

ATN Sidoarjo akhirnya dibekukan



Akademi Teknik Nasional (ATN) Sidoarjo dua pekan lalu dibekukan oleh kementerian riset, teknologi, dan pendidikan tinggi. Perguruan tinggi yang beralamat di Jalan Kusuma, Berbek Nomor 9-11, Kecamatan Waru, Sidoarjo, ini dinilai lalai dalam memberikan laporan rutin kepada koordinator perguruan tinggi swasta (kopertis) Jawa Timur di Surabaya.

Dhanu Lukmantoro, ketua Perkumpulan pendidikan dan kesehatan keluarga besar H Soedarmo, yang mengelola kampus ini, mengaku tidak terkejut dengan sanksi pembekuan yang dijatuhkan kementerian pendidikan tinggi melalui kopertis. Namun, dia meminta agar pihaknya diberi kesempatan untuk mengurus sejumlah persyaratan yang ditetapkan kopertis.

"Kopertis itu seharusnya melakukan pembinaan. Bukan malah menutup kampus kami," ujar Dhanu Lukmantoro kepada Lambertus Hurek di ruang kerjanya.

ATN Sidoarjo yang menyelenggarakan program studi diploma tiga (D3) teknik mesin dan teknik elektronika ini semula bermarkas di Jl Ngagel Madya 35 Surabaya. Didirikan pada 7 Juli 1976 dengan nama ATN Surabaya, kampus ini dulu menjadi jujukan para lulusan sekolah teknik menengah (STM) maupun SMA yang orang tuanya tidak mampu. Pada 1990, ATN boyongan ke Berbek, Waru, dan ganti nama menjadi ATN Sidoarjo. Namun, karena kampusnya berada di tengah kampung, mahasiswanya makin lama makin berkurang.

"Kami biasanya mengadakan kuliah sore sampai malam hari pukul 22.00. Fasilitas gedung, laboratorium, dosen, dan sebagainya lengkap. Nah, pihak kopertis biasanya datang survei pada siang hari. Ya, jelas tidak menemukan kegiatan perkuliahan," ujar Dhanu.

Pria yang juga kepala SMK Darma Siswa Berbek ini mengaku beberapa kali mendatangi kantor kopertis di Surabaya untuk menyelesaikan persoalan administrasi. Namun, pihak kopertis menolak dengan alasan sudah melewati deadline. Akhirnya, sejak dua tahun lalu ATN Sidoarjo tidak lagi menerima mahasiswa baru. "Jadi, sekarang ini nonaktif, tapi tidak tutup. Kami kan masih punya izin dari pemerintah," tegasnya.

Dhanu berharap, Pemkab Sidoarjo melalui dinas pendidikan ikut membantu memberikan rekomendasi agar ATN Sidoarjo bisa beroperasi lagi seperti dulu. Apalagi, menurut dia, ATN merupakan salah satu perguruan tinggi berpengalaman di Kabupaten Sidoarjo. "Mana ada kampus yang uang kuliahnya cuma Rp 150 ribu per bulan? Biaya kuliah di sini sengaja dibuat murah agar anak-anak keluarga miskin bisa menempuh pendidikan tinggi," katanya.

Karena tidak lagi menerima mahasiswa selama dua tahun terakhir, menurut Dhanu, para dosen pun otomatis dinonaktifkan. Namun, mereka menyatakan siap kembali ke kampus jika ATN dihidupkan kembali. "Dosen, tenaga administrasi, gedung, laboratorum, dan sebagainya bukan masalah bagi kami. Begitu pembekuan ini dicabut, kami siap menyelenggarakan kuliah lagi."

Hanya saja, Dhanu mengakui tidak mudah mengembalikan image ATN Sidoarjo yang sudah telanjur diberitakan sebagai salah satu dari 19 perguruan tinggi di Jatim yang dinonaktifkan oleh kopertis. Apalagi, persaingan antara kampus-kampus di Surabaya dan Sidoarjo saat ini makin ketat. "Tapi, insya Allah, kami terus berusaha agar ATN Sidoarjo bisa aktif lagi."

No comments:

Post a Comment