08 July 2015

Ajaib! Vanuatu kalahkan Mikronesia 46-0

Masih soal balbalan, kompetisi antarnegara di kawasan Pasifik. Beberapa menit lalu saya baca di ESPN, salah satu laman bola favorit saya setelah Goal, tentang extraordinary score. 46-0.

Rasanya mau ketawa, sedih, heran, tapi memang begitulah sepak bola Pacific Game. Skor-skornya selalu ajaib. Beda dengan Copa America baru-baru ini yang sulit bukan main mencetak gol alias 0-0 melulu. Tapi kok bisa sampai 46 gol dalam sebuah pertandingan?

Mikronesia yang penduduknya tak sampai 200 ribu jiwa ini bakal tercatat sebagai negara yang paling lemah sepak bolanya di seluruh dunia. Dalam tiga pertandingan saja, Mikronesia kebobolan 114 gol. Luar biasa!

Pertama, dicukur Fiji 38-0. Kedua dipermalukan Tahiti 30-0. Dan, ketiga, disikat Vanuatu 46 gol. Artinya, rata-rata setiap dua menit terjadi satu gol. Saya bisa bayangkan betapa lucu dan anehnya sepak bola seperti itu. Mungkin lebih lucu ketimbang galatawa ala Srimulat Surabaya. Pertandingan bola galatawa yang dipimpin Cak Tarsan pun tak pernah sampai banjir gol seperti itu.

ESPN menulis:

"Jean Kaltak scored 16 goals for Vanuatu, who had to win by at least 37 goals to stand a chance of finishing in the two top and qualifying for the knockout rounds. But as Fiji and Tahiti played out a goalless draw in the final group game, Vanuatu had to settle for third place and were knocked out of the Pacific Games.

"In Tahiti's 30-0 win over Micronesia, there were seven hat tricks, including a double hat trick for one player. Antonio Tuivuna scored 10 goals for Fiji against Micronesia. The Pacific Games is for under-23 teams, so Vanuatu's score will not stand as a world record for full international matches."


Benar-benar keajaiban dunia! Jean Kaltak dari Vanuatu mencetak 16 gol dalam satu pertandingan. Saat digulung Tahiti 30-0, ada 7 kali hatrik, termasuk hatrik ganda. Antonio Tuivuna dari Fiji mencetak 10 gol ke gawang Mikronesia.

Bagaimana kalau tim nasional Indonesia uji coba lawan Mikronesia yang ajaib itu? Akankah Indonesia bisa mencetak lebih dari 10 gol? Melihat permainan timnas U-23 di SEA Games, pertengahan Juni 2015, saya ragu Indonesia bisa menang lebih dari 5 gol. Indonesia malah jadi bulan-bulanan lawan yang sama-sama makan nasi, sama-sama pendek, sama-sama dunia ketiga.

Kayaknya Indonesia, yang sedang dihukum FIFA, lebih cocok bergabung ke Pacific Games bersama Mikronesia, Fiji, Vanuatu, Tahiti, dan sejenisnya.

4 comments:

  1. Orang Indonesia memang secara keturunan lebih dekat dengan Micronesia dan Vanuatu daripada Vietnam atau Thailand.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah lama saya juga merenungkan soal ini setelah mengikuti perkembangan balbalan indonesia yg sulit maju. Indonesia memang punya banyak kelemahan fisik, mental, taktik, teknik, strategi, hingga organisasi PSSI dari pusat sampai daerah. Indonesia dan Mikronesia ada kesamaan akhiran -SIA. Tentu ada alasan bagi Adolf Bastian menamakan wilayah nusantara ini dengan INDONESIA.

      sama2 gak iso balbalan.... isone kisruh, jagoan korupsi, gak becus ngurusi negoro. kamsia untuk Xiangshen yg gak suka sepak bola.

      Delete
    2. Hus, saya bukan xiansheng yang sok tahu dan sok benar sendiri itu.

      Yang paling parah itu kesalahan organisasi, yang korup dari pusat sampai ke daerah. Saya suka sepak bola, tetapi males ngikuti PSSI, soalnya kisruh melulu. Sejak Galatama dan Niac Mitra bubar, malas saya mengikuti.

      Delete
  2. Sudah dirintis oleh pemerintah dengan bergabung organisasi MSG

    ReplyDelete