06 June 2015

Timnas yang lelet di SEA Games

Dari dulu PSSI (dan pemerintah) bermimpi lolos ke piala dunia. Baguslah. Tak ada yang melarang orang bermimpi. Tapi, melihat permainan timnas dalam 20 tahun terakhir, mimpi ke piala dunia itu terlalu tinggi. Tidak realistis.

Tidak usah jauh-jauh ke piala dunia, sukses di piala Asia saja pun hil yang mustahal. Ketika melawan Iran atau Qatar misalnya, Indonesia tidak bisa berbuat apa-apa. Kelasnya jauuuh sekali. Jangankan ke level Asia, juara di Asia Tenggara alias SEA Games aja sulitnya bukan main. Kalau tidak minta bantuan Google, kita tak akan tahun kapan terakhir kali Indonesia juara SEA Games. Sudah terlalu lama.

Karena itu, sebagai penggemar sepak bola, sejak dulu saya tidak pernah berharap muluk-muluk. Saya hanya minta agar Indonesia mampu mengalahkan Malaysia! Kalaupun tidak juara SEA Games atau Piala AFF, mengalahkan Malaysia, apalagi dengan skor besar, membuat saya girang bukan kepalang. Sayang, makin lama timnas kita makin sulit mengalahkan encik-encik Malaysia yang mainnya makin rancak.

Kemarin, waktu melawan Myanmar, timnas bermain sangat buruk. Dan itu tidak mengherankan. Dari dulu juga begitu. Karena itu, aneh sekali kalau ada pengamat yang menganggap buruknya penampilkan timnas lantaran sanksi FIFA. Pelatih Aji Santoso pun ikut-ikut menjadikan sanksi FIFA sebagai kambing hitam.

Hehehe.... Memangnya timnas Indonesia dari dulu sudah bagus? Sering menang lawan tim-tim kelas bawang merah macam Myanmar, Laos, Singapura, Malaysia? Bahkan Timor Leste, negara baru yang super miskin, bekas provinsi ke-27 Indonesia, pun timnas tidak berkutik. Kalah peringkat!

Maka, kita tak usah banyak berharap dari timnas Indonesia di ajang SEA Games atau AFF Cup. Dari dulu PSSI, pemerintah, pengamat, hingga mafia bicara berbusa-busa tentang sepak bola tapi prestasi timnas masih jauh panggang dari api. Sanksi FIFA ini justru menjadi legitimasi bahwa timnas Indonesia memang lebih layak bermain di kompetisi kelas tarkam (antarkampung).

Wahai PSSI, menpora, politisi, mafia... silakan bertengkar terus sampai teler! Salam balbalan!

2 comments:

  1. Om Hurek,
    Ada cabang olah raga:
    Volley Ball bahasa Indonesia Bola Voli
    Basket Ball bahasa Indo Bola Basket
    Hand Ball-Bola Tangan
    Foot Ball - Sepak Bola, salah kaprah, mestinya Bola Kaki atau Bola Sepak, karena salah nama ya begini jadinya, tidak bisa benar :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di kampung saya, pelosok NTT, dari dulu sebut BOLA KAKI. Prestasi tim-tim kami paling parah di Indonesia.

      Bahasa itu soal kesepakatan plus sedikit logika dan asosiasi. Kalau semua orang bilang sepak bola, nggak ada masalah. Tidak harus menerjemahkan dari bahasa Inggris, Belanda, Tiongkok dsb. Prestasi sepak bola Indonesia jelek karena banyak mafia dan asosiasinya brengsek. Tim nasional dilatih Jose Mourinho atau Guardiola pun tetap sulit menang lawan Malaysia.

      Delete