16 June 2015

Sidoarjo hebat di olahraga populer

Pekan olahraga provinsi (porprov) Jawa Timur di Banyuwangi baru saja usai. Kota Surabaya seperti diduga unggul sangat telak atas 37 kabupaten/kota lain. Surabaya meraih 118 emas disusul Kota Malang dengan 42 emas. Betapa jomplangnya kekuatan olahraga di Jawa Timur. Surabaya seperti bermain sendiri di porprov dua tahunan itu.

Sidoarjo, kabupaten kesayangan kita, naik satu tingkat dari urutan ke-5 dua tahun lalu menjadi ke-4. Target tiga besar meleset. "Lawan-lawan kita ternyata lebih siap. Kita kewalahan," kata Pujianto, pengurus KONI Sidoarjo.

Lumayan, dengan 30 medali emas, Sidoarjo kalah dari Surabaya, Malang, dan Kediri. Kabupaten Malang masih di bawah Sidoarjo. Begitu juga Gresik yang dapat 30 emas tapi kalah perak dan perunggu.

Yang menggembirakan, meski kalah jauh sama Surabaya, tim Sidoarjo justru unggul di olahraga permainan yang populer. Bola voli dapat emas putra dan putri. Futsal dapat emas dan semakin sulit ditandingi di Jatim. Bola basket juga Sidoarjo gak punya lawan berat setelah Surabaya ditaklukkan di babak kualifikasi.

Sepak bola dapat medali perak alias juara dua. Anak-anak asuhan Istikoh Hadi Susanto itu kelelahan di partai final melawan Tulungagung. Waktu istirahatnya kurang ketimbang Tulungagung yang dapat emas. Tapi secara teknik dan permainan, balbalan Sidoarjo boleh dikata the best di Jatim. Untuk kelas pemain-pemain muda U-21 di ajang porprov ini.

Apresiasi khusus perlu diberikan kepada pelatih Istikhoh. Sebab tim asuhannya hanya satu kali kalah sejak babak kualifikasi, penyisihan, hingga final. Satu-satunya kekalahan ya saat lawan Tulungagung di final itu. Padahal, ketika ditunjuk sebagai pelatih Sidoarjo, hampir semua pengamat dan praktisi bola di Sidoarjo sangat meragukan kemampuan pria asal Sukodono itu.

Dari dua kali porprov di Madiun dan Banyuwangi, kita bisa mengambil banyak hikmah. Ternyata Sidoarjo ini lemah di cabang-cabang olahraga yang punya banyak stok medali. Kita lemah di olahraga terukur. Tapi kuat di olahraga permainan yang sangat populer seperti basket, voli, futsal, atau sepak bola yang medalinya cuma satu atau dua (putra dan putri).

Selain Surabaya dan Malang, Sidoarjo sebetulnya punya fasilitas olahraga bertaraf nasional, bahkan internasional. Lintasan atletik kelas dunia ada di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Kolam renang juga banyak. Satu-satunya SMA negeri olahraga di Jatim pun ada di Sidoarjo. Sayang, siswa-siswi atlet Smanor ini memperkuat daerah asalnya masing-masing saat porprov.

Mudah-mudahan Sidoarjo, Malang, dan kota/kabupaten lain di Jatim lebih serius menggembleng atlet agar bisa mengimbangi Surabaya. Jangan kayak sekarang. Porprov baru jalan tiga hari (total 7 hari), Surabaya sudah dipastikan jadi juara umum.

Salam olahraga!

No comments:

Post a Comment